Anak Sudah Paham tapi Belum Banyak Bicara? Kenali Bahasa Reseptif dan Ekspresif

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
ibu berinteraksi dengan anak untuk melatih bahasa reseptif dan ekspresif
Ibu berinteraksi dengan anak untuk melatih bahasa reseptif dan ekspresif
pahami → respons → perluas: bahasa reseptif dan ekspresif bekerja bersama.
Pahami → respons → perluas: bahasa reseptif dan ekspresif bekerja bersama.

5. Mainkan instruksi bertahap

Mulai dari instruksi satu langkah, lalu tambah kompleksitas ketika anak sudah siap. Misalnya, “Ambil bola,” kemudian “Ambil bola dan taruh di kotak.” CDC memasukkan kemampuan mengikuti arahan dan penggunaan kata/kalimat sebagai bagian dari milestone komunikasi pada usia tertentu, tetapi milestone bukan alat diagnosis dan perkembangan setiap anak dapat bervariasi.

6. Beri jeda agar anak sempat memproses

Setelah bertanya, tunggu beberapa detik. Orang dewasa sering terlalu cepat mengulang pertanyaan atau menjawab sendiri. Jeda memberi anak kesempatan memahami pesan, memilih respons, lalu mencoba mengekspresikannya.

7. Amati pola kemampuan, bukan satu momen

Catat kemampuan yang muncul dalam keseharian: kata apa yang dipahami, instruksi apa yang dapat diikuti, bagaimana anak meminta bantuan, dan apakah kosakatanya bertambah. Pengamatan beberapa minggu lebih berguna daripada membandingkan satu kejadian dengan anak lain.

Baca Juga  Membaca Buku Interaktif: 7 Cara Sederhana Merangsang Bicara dan Bahasa Anak

Kapan Perlu Membicarakannya dengan Profesional?

Stimulasi di rumah penting, tetapi tidak menggantikan evaluasi. Bila Bunda khawatir anak tidak mencapai banyak milestone komunikasi sesuai rentang usianya, sulit memahami bahasa sehari-hari, kemampuan komunikasi tidak berkembang, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, bicarakan dengan dokter anak atau tenaga profesional seperti terapis wicara-bahasa. Pemeriksaan pendengaran juga dapat menjadi bagian penting dari evaluasi komunikasi.

Dua Kemampuan, Satu Tujuan: Komunikasi yang Bermakna

Bahasa reseptif membantu anak memahami pesan, sedangkan bahasa ekspresif membantunya menyampaikan pesan. Keduanya bekerja bersama dalam percakapan sehari-hari. Bunda tidak perlu mengubah rumah menjadi ruang terapi: rutinitas, bermain, membaca, memberi pilihan, dan menunggu respons sudah menyediakan banyak kesempatan belajar. Yang terpenting adalah interaksi dua arah yang hangat, sesuai kemampuan, dan konsisten.

Baca Juga  Stop Biarkan Anak Menonton Youtube Shorts! Ketahui 4 Bahaya dan Cara Mencegahnya

Bunda ingin mencoba stimulasi yang mudah diterapkan saat bermain? Lanjutkan dengan artikel “Latihan Meniru Bunyi: 7 Permainan Sederhana untuk Merangsang Bicara Anak” dan pilih satu aktivitas yang paling disukai si Kecil hari ini.

FAQ (People Also Ask)

Apa perbedaan bahasa reseptif dan ekspresif pada anak?

Bahasa reseptif adalah kemampuan memahami pesan, kata, pertanyaan, dan instruksi. Bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan maksud melalui gestur, suara, kata, kalimat, tulisan, atau bentuk komunikasi lain.

Apakah anak bisa memahami banyak kata tetapi belum banyak bicara?

Bisa. Kemampuan memahami dan mengungkapkan bahasa saling terkait tetapi dapat tampak berbeda pada suatu tahap perkembangan. Yang penting adalah melihat pola perkembangan secara keseluruhan dan milestone sesuai usia.

Baca Juga  Putri Komedian Komeng Tersedak Mie Hingga Meninggal, Begini Penyebab dan 3 Cara Atasinya

Bagaimana cara melatih bahasa reseptif anak?

Gunakan bahasa sederhana dalam rutinitas, beri instruksi sesuai kemampuan, sebutkan nama benda dan tindakan, membaca buku bergambar, serta beri waktu anak untuk memproses sebelum membantu.

Bagaimana cara melatih bahasa ekspresif anak?

Berikan pilihan, ikuti minat anak, komentari aktivitas, tunggu respons, lalu perluas ucapan anak satu langkah. Hindari terlalu sering meminta anak mengulang kata seperti sedang dites.

Kapan perkembangan bahasa anak perlu diperiksa?

Bicarakan dengan dokter atau profesional bila anak tidak mencapai banyak milestone komunikasi sesuai rentang usia, sulit memahami bahasa sehari-hari, perkembangan tampak stagnan, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki.

Share this Article
Reading: Anak Sudah Paham tapi Belum Banyak Bicara? Kenali Bahasa Reseptif dan Ekspresif