N Dilarikan ke Rumah Sakit
Hal itu berawal dari sang ibu curiga dengan tingkah anaknya yang jauh berbeda seperti biasanya.
Melly sempat bertanya ke ST mengenai minuman yang diberikannya, namun ST hanya menjawab bahwa air itu beli dari warung di dekat tempat mereka bekerja.
Namun setelah dikonfirmasi ke warung ternyata warung tersebut tidak menjual air mineral botol dengan merek seperti yang diberikan ST kepada N.
Dari saat itu, komunikasi mereka mendadak terputus lantaran tidak mendapatkan jawaban kembali.
Melly kemudian curhat melalui akun Facebook milik pribadi hingga mendapatkan respons dari TRC PPA (Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak).
Sang anak pun kemduain langsung dibawa ke RS Atma Husada Mahakam Samarinda untuk periksa urinnya.
Hal yang mengejutkannya, anak itu terkonfirmasi positif metamfetamin yang terkandung dalam salah satu narkotika bahaya tersebut.
“Jadi masuk rumah sakit itu Rabu (7/6/2023) dan Sabtu (10/6/2023) sudah pulang,” jelas Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun.
ST Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka
Laporan tersebut pun kemudian langsung diproses. Pihak kepolisian akhirnya menetapkan tetangganya yaitu ST menjadi tersangka.
Perempuan yang berumur 51 tahun itu diduga memberi minum air mineral balita hingga positif narkoba jenis sabu.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami motif ST melakukan hal tersebut kepada anak yang masih berusia 3 tahun itu.
Kejadian ini begitu mengejutkan lantaran orangtua N tak menyangkan anaknya positif narkoba.
Bahkan Melly sempat memiliki pemikiran bahwa N sedang kesurupan sepulang dari rumah tetangganya itu.
Nah itu Bunda, informasi yang sudah dirangkum oleh Hallo Bunda, semoga dalam kejadian ini sang pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dan tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.
Sebagai orang tua, kita perlu untuk ekstra waspada terhadap orang lain. Meskipun pada teman akrab sekalipun.
Karena anak-anak merupakan kelompok rentan yang dapat dengan mudah menjadi korban kejahatan oleh siapapun.
Bahkan banyak kejadian buruk yang menimpa anak-anak yang diasuh oleh baby sitter yang sebenarnya telah dipercaya untuk mengasuhnya.
Maka dari itu, sebisa mungkin sebagai orang tua kita bisa menjaga anak-anak dengan ekstra hati-hati. Jangan lengah hanya karena hubungan kekerabatan, ini juga berlaku dalam mencegah penularan penyakit.***