“Modusnya tersangka melakukan kekerasan dengan melempar korban membentur lantai dengan keras, tersangka juga memukul dan menampar tubuh korban,” sambungnya.
Tersangka bersama suami dan korban pada saat kejadian datang ke Barbershop untuk mengecek dagangan angkringan yang dititipkan di tempat tersebut.
Suami mengecek dagangan sedangkan tersangka menggendong korban yang sedang menangis kemudian membantingnya ke lantai.
“Suami tersangka langsung mengangkat korban dan kondisi korban lemas serta sesak napas, lalu suaminya meminta tolong memanggilkan ambulans ke RS terdekat yaitu RS Panti Waluyo,” ucap Eko.
Jika dilihat dari kisah di atas, tentu bukanlah sikap yang bijak untuk menganiaya anak-anak. Apalagi anak tersebut adalah anaknya sendiri, meskipun anak adopsi.
Anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dari orang tua justru mendapatkan trauma dan tentunya akan merasa tidak aman lagi bersama orang tuanya sendiri.
Dikutip dari situs Healthy Place, pencegahan kekerasan terhadap anak merupakan salah satu prioritas utama untuk anak dan keluarga.
Cara-cara untuk mencegah kekerasan terhadap anak, serta menghentikan terulangnya kekerasan terhadap anak terdiri dari memperkenalkan berbagai macam cara.
Maka dari itu, Bunda atau Ayah diharuskan mengetahui cara agar tidak terjadi penganiayaan kepada sang buah hati.
3 Cara Agar Orang Tua Tidak Melakukan Aniaya Kepada Anak

Mencegah kekerasan pada anak dapat dilakukan dengan menyikapi pola asuh dari orang tua.
Berikut ada beberapa cara yang bisa Bunda atau Ayah praktikkan di rumah, agar penganiayaan kepada sang buah hati tidak akan pernah terjadi, di antaranya: