Jika melihat kisah di atas, sebenarnya boleh saja si Kecil dipijat, bahkan memiliki manfaat untuk tumbuh kembangnya.
Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan, seperti merangsang motorik, meningkatkan nafsu makan, hingga mengurangi stres pada si Kecil.
Namun, caranya memang harus benar, jadi sang buah hati harus dipijat dari ujung kepala sampai ujung kaki ada yang mengarah, menjauhi, dan mendekat jantung.
Pijat bayi tidak harus dilakukan oleh dukun, bahkan lebih baik diberikan langsung oleh Ayah dan Bunda kepada si Kecil.
Ada juga berbagai macam manfaat jika Bunda dan Ayah melakukan sendiri pemijatan kepada anak lantaran hal ini melatih kedekatan emosional anak dan orang tunya.
Akan tetapi, Ayah dan Bunda harus memiliki pengetahuan yang benar juga sebelum melakukan pemijatan.
Waktu melakukan pemijatan yang terbaik ketika anak sedang sehat dan menjelang tidur malam untuk membuatnya tertidur pulas.
Bunda dan Ayah bisa menghindari pemijatan setelah anak disusui atau makan.
Ayah dan Bunda bisa menunggunya sekitar satu jam setelah makan atau menyusui.
Terpenting, jangan sampai membangunkan sang buah hati yang sedang tetidur untuk melakukan pemijatan.
Karena dipijat harus dalam keadaan yang sehat dan menjaga stimulasi untuk diberikan agar manfaatnya lebih maksimal untuk sang buah hati.
Pada intinya, waktu yang paling tepat yakni memijat sang buah hati saat si Kecil tidak rewel. tidak kelaparan, dan kekenyangan.***