1. Memiliki Masalah Pribadi
Salah satu pemicu seseorang menjadi bully adalah karena memiliki masalah pribadi yang membuatnya tidak berdaya di hidupnya sendiri.
Pada anak-anak, penyebab seperti perkelahian berlebihan di rumah, perceraian orang tua, atau adanya anggota keluarga yang menjadi pecandu narkoba dan alkohol dapat memicu hal ini.
Sedangkan pada orang dewasa, masalah dengan pasangan juga bisa menjadi salah satu pemicu munculnya perasaan tidak berdaya.
Bullying baik verbal ataupun fisik yang dilakukan bertujuan untuk menunjukkan individu tersebut memiliki kekuatan.
Sehingga rasa tidak berdaya tersebut dapat ditutupi.
2. Pernah Menjadi Korban Bullying
Beberapa kasus menunjukkan bahwa pelaku sebenarnya juga merupakan korban.
Contohnya seperti anak yang merasa di-bully oleh saudaranya di rumah, kemudian anak tersebut membalas dengan cara mem-bully temannya di sekolah yang ia anggap lebih lemah dari dirinya.
Contoh lainnya adalah orang yang tertekan akibat bullying di kehidupan nyata dan menggunakan internet serta dunia maya untuk menunjukkan bahwa dirinya juga memiliki kekuatan dengan cara menyerang orang lain.
3. Rasa Iri Pada Korban
Penyebab bullying selanjutnya adalah karena rasa iri pelaku pada korban. Rasa iri ini bisa muncul akibat korban memiliki hal yang sebenarnya sama istimewanya dengan sang pelaku.
Pelaku mengintimidasi korban agar korban tidak akan lebih menonjol dari dirinya sendiri.
Selain tidak ingin orang lain menonjol, seseorang juga mungkin melakukan bully untuk menutupi jati dirinya sendiri.
Contohnya seperti anak pintar yang tidak ingin disebut ‘kutu buku’, sehingga ia lebih dulu menyebut temannya yang pintar sebagai kutu buku.
Dampak atau Efek Samping Bullying
Faktanya, ada dampak jangka panjang maupun jangka pendek akibat bullying pada korbannya.
Berikut merupakan ada beberapa dampak yang si Kecil rasakan, di antaranya:
- Ketakutan, stres, depresi, atau cemas.
- Timbul pemikiran untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri.
- Mengalami masalah di sekolah. Memiliki masalah suasana hati, tidur, nafsu makan, dan juga tingkat energi.
Jadi seperti itulah, beberapa dampak yang akan dirasakan oleh sang buah hati.***