
Checklist Bicara dan Bahasa Anak Sesuai Usia
Usia 0–6 Bulan: Menanggapi Suara dan Mulai Bergantian
Pada bulan-bulan pertama, komunikasi muncul melalui tatapan, tangisan, ekspresi, dan suara sederhana. Menjelang usia 2–4 bulan, bayi biasanya mulai membuat suara selain menangis, bereaksi terhadap suara keras, mengeluarkan bunyi seperti “ooo” atau “aah”, serta membuat suara kembali ketika diajak berbicara. Sekitar usia 6 bulan, banyak bayi mulai bergantian membuat suara, memekik, tertawa, dan bereksperimen dengan bibir maupun lidah.
Checklist: bereaksi terhadap suara; memperhatikan wajah; tersenyum saat diajak berinteraksi; membuat suara vokal; dan mulai menikmati pola percakapan bergantian.
Usia 6–12 Bulan: Babbling, Nama, dan Gestur
Pada paruh kedua tahun pertama, rangkaian bunyi seperti “bababa” atau “mamama” biasanya semakin sering terdengar. Bayi mulai merespons namanya, memperhatikan nada suara, menggunakan suara untuk mengekspresikan senang atau tidak nyaman, dan mengikuti komunikasi sederhana. Mendekati usia 1 tahun, banyak anak mulai menggunakan gestur seperti menunjuk, melambaikan tangan, atau mengangkat tangan untuk digendong. Sebagian mulai mencoba satu atau dua kata bermakna.
Checklist: menoleh saat dipanggil; babbling dengan beragam bunyi; meniru bunyi atau gestur; memahami beberapa kata rutin; menunjuk atau melambaikan tangan; serta mencoba kata sederhana.
Usia 12–18 Bulan: Kata Pertama dan Instruksi Sederhana
Pada rentang ini, kosakata ekspresif mulai bertambah meski kecepatannya berbeda. CDC mencantumkan bahwa pada usia 15 bulan anak umumnya mencoba mengucapkan satu atau dua kata selain “mama” atau “dada”. Pada usia 18 bulan, banyak anak mencoba tiga kata atau lebih dan mampu mengikuti instruksi satu langkah tanpa dibantu gestur, misalnya memberikan mainan ketika diminta.
Checklist: mencoba beberapa kata bermakna; menunjuk benda yang diinginkan; membawa atau menunjukkan benda kepada orang tua; memahami nama benda familiar; serta mengikuti instruksi sederhana.
Usia 18–24 Bulan: Menggabungkan Kata
Menjelang ulang tahun kedua, anak biasanya semakin sering menyebut nama orang, benda, atau tindakan. Sebagian sudah menggabungkan dua kata seperti “mau susu”, “mama sini”, atau “bola jatuh”. HealthyChildren mencatat bahwa pada tahun kedua anak mulai menggunakan frasa sederhana dan mengikuti instruksi singkat. Kosakata dapat tumbuh cepat, tetapi kualitas interaksi dan pemahaman tetap lebih penting daripada mengejar angka semata.
Checklist: menggunakan kata untuk meminta atau memberi komentar; menggabungkan dua kata; menunjuk gambar saat disebutkan; memahami bagian tubuh atau benda familiar; serta mengikuti instruksi satu hingga dua langkah sederhana.