Baik dalam aspek fisik, kemampuan akademis dan ekonomi, serta keterampilan yang dimilikinya.
Saat di sekolah, anak yang menjadi korban bullying cenderung lebih suka menyendiri lantaran kurangnya memiliki keterampilan interaksi sosial.
Maka dari itu, sebagai orang tua Bunda dan Ayah harus lebih telaten dalam mengurus anak, jangan sampai sang buah hati menjadi pelaku dan korban bullying.
4 Cara Mengajari Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku dan Korban Bullying

Berikut ada beberapa cara yang bisa Bunda dan Ayah lakukan agar sang buah hati tidak menjadi pelaku dan korban, di antaranya:
1. Ajarkan Bagaimana Cara Berkomunikasi dengan Orang Lain Secara Tepat
Cara yang pertama untuk mengajari sang buah hati tidak menjadi korban dan pelaku yakni dengan memberitahukannya bagaimana harus berkomunikasi dan memperlakukan orang dengan tepat.
Dalam hal ini, anak bisa mencontoh langsung dari Bunda dan Ayah dalam kehidupan sehari-hari.
Saat menyampaikan sesuatu kepada orang lain, jangan sampai orang merasa tersinggung atau sakit hati.
2. Kenalkan Adanya Perbedaan yang Dimiliki Setiap Orang
Cara selanjutnya yakni dengan mengenalkan kepada sang buah hati tentang adanya perbedaan yang dimiliki setiap orang.
Anak-anak tidak hanya diajarkan tentang perbedaan SARA saja, melainkan ajarkan juga untuk memahami dan menghormati apapun perbedaan yang mungkin bisa ditemukan.
Perbedaan tersebut misalnya, dari bakat dan minat, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan sebagainya.