HALLOBUNDA.CO – Bunda, setiap anak punya cara berbeda dalam menerima pelajaran ada yang lebih cepat menyerap lewat gambar, ada yang melalui pendengaran, menulis, atau praktek langsung.
Mengenali gaya belajar anak bisa membuat belajar lebih mudah, menyenangkan, dan sesuai dengan keunikan masing-masing.
Teori VARK: Modalitas Belajar yang Perlu Diketahui
Model VARK (Visual, Auditory, Read/Write, Kinesthetic) yang dikembangkan Neil Fleming sejak 1987 menjelaskan bahwa manusia memiliki preferensi berbeda dalam belajar.
Meskipun tidak semua orang hanya memiliki satu gaya, mengenal kecenderungan gaya belajar anak bisa membantu orang tua dan pendidik untuk menyesuaikan metode pengajaran.
Jenis-Jenis Gaya Belajar & Karakteristiknya
| Gaya | Ciri | Contoh Pendekatan di Rumah |
|---|---|---|
| Visual | Terbantu oleh gambar, diagram, warna | Gunakan mind map, poster, flashcard |
| Auditory | Belajar lebih baik lewat mendengar/dialog | Ceritakan pelajaran lewat lagu, bacakan dengan suara baik |
| Read/Write | Minat melalui teks dan menulis | Beri jurnal, tugas menulis ulang, buku bacaan |
| Kinesthetic | Belajar lewat gerakan & praktik langsung | Ajak eksperimen, permainan peran, praktek fisik |
Anak Bisa Multimodal

Studi menunjukkan banyak orang memiliki gaya belajar campuran dua bahkan tiga kategori yang disebut multimodal.
Ini artinya Bunda bisa menggunakan berbagai metode agar anak mendapat manfaat maksimal misalnya membaca + praktek + diskusi.
Cara Mendukung di Rumah
-
Kenali gaya favorit anak lewat observasi sederhana: lebih suka menggambar saat belajar? Itu tanda visual learner.
-
Kreasikan metode yang sesuai: misal anak kinestetik bisa belajar melalui blok mainan sambil menghitung; anak auditory bisa merekam ceritanya tentang hewan favorit.
-
Gabungkan beberapa gaya: baca buku bergambar sambil cerita, lalu praktikkan konsepnya lewat permainan atau eksperimen sederhana.
-
Libatkan anak saat menyiapkan bahan belajar—ini membangun rasa tanggung jawab dan motivasi belajar.
Limitasi dan Saran Sehat
Penelitian menyebutkan bahwa meski gaya belajar populer, bukti bahwa menggunakannya meningkatkan nilai akademik kurang kuat.
Maknanya, gaya belajar adalah jalan mempermudah adaptasi belajar, bukan resep tunggal sukses.
Fokuslah juga ke strategi belajar terbukti—seperti pengulangan (spaced repetition), pembelajaran aktif, dan refleksi.
Dengan memahami dan menyesuaikan gaya belajar anak, Bunda memberi dukungan personal yang bermakna.
Namun jangan lupa: variasi metode, keleluasaan eksplorasi, dan latihan strategi belajar efektif adalah kombinasi terbaik agar Si Kecil tak hanya cepat menangkap, tapi juga senang belajar dan berkembang dengan percaya diri.***