Pesan Penting Bagi Para Suami

Melihat dari kejadian tragis dari seorang ibu tiga anak yang meninggal sedang memeluk sang buah hati usai dianiaya oleh suaminya sendiri, sangat memilukan.
Bahkan di akhir hayatnya, Budiati masih menunaikan tugasnya sebagai seorang ibu, dan memeluk bayi mungilnya.
Keluar dari siklus KDRT bukanlah hal yang mudah, hal itu bisa menjadi bom waktu serta menjadi lingkaran penderitaan berulang yang tak bisa diputus saja oleh korban.
Kekerasan ini juga bisa terjadi kapan saja, dan tidak akan mengenal waktu untuk melakukan penganiayaan.
Diketahui dalam siklus kekerasan, korban dan pelaku akan terus berputar dari kondisi tanpa kekerasan dan kondisi ketegangan yang ditandai dengan perselisihan.
Maka dari itu, bagi para suami serta ayah yang harusnya menjaga anak-anak, seorang istri bukanlah milikmu sepenuhnya.
Istri bukan obyek yang harus tunduk pada sosok suami, seorang pemimpin dalam rumah tangga tak punya kontrol atas tubuh, perasaan, apalagi nyawanya.
Istri memang diwajibkan untuk taat pada suami, namun hanya dalam kebaikan. Dan bukan berarti boleh untuk dipukul atau dianiaya ketika berselisih paham.
Bagi para suami jika sulit untuk menekan amarah, dan ego bisa saja melukai orang-orang di sekitar, segeralah mencari bantuan.
Dekatkan diri kepada Tuhan, temui juga Psikolog/Psikiater, dan jangan tunggu hingga kejadian itu menjadi fatal, mulailah bertobat.***