Temuan kasus yang terkonfirmasi positif monkeypox pertama di negara Indonesia ini merupakan temuan dari hasil deteksi dini yang dilakukan pasien.
Seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa suspek, namun berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, puluhan orang suspek itu dinyatakan discharged lantaran tak terbukti monkeypox.
Lebih lanjut, Kemenkes melakukan vaksinasi sebagai langkah penanganan, hingga kini setidaknya sudah 157 orang berisiko monkeypox yang sudah divaksinasi.
“Capaian vaksinasi saat ini adalah 157 orang, sudah berjalan dan terjadwal di empat atau lima Puskesmas di DKI Jakarta,” ucap Maxi.
Maxi juga menambahkan sasaran vaksin ini adalah para pria yang termasuk dalam kelompok lelaki suka lelaki.
Alasannya, kelompok tersebut memiliki kaitan dengan penderita yang telah tertular.
Sasaran vaksinasi adalah orang yang aktif berhubungan seksual dua minggu terakhir, Kemenkes pun bekerja sama dengan LSM pemerhati kelompok LSL tersebut untuk melakukan penelusuran.
Maxi pun mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 1000 dosis vaksin monkeypox untuk diberikan kepada masing-masing sasaran sebanyak dua dosis.
“Kami juga berkoordinasi dengan ASEAN untuk memperoleh dua ribu dosis vaksin tambahan,” ungkap Maxi.
Meskipun demekian, jumlah vaksin tersebut kemungkinan belum cukup lantaran Kemenkes memperkirakan ada lebih dari 3600 kasus positif.
“Hitungan kami ada 3600 kasus, jadi kalau setidaknya kami membutuhkan sekitar 6500 vaksin,” kata Maxi.
Adapun jenis vaksin monkeypox yang akan digunakan adalah vaksin impor produksi Bavarian Nordic, Denmark dengan merk dagang JNNEOS kemasan single-dose.