Namun sepanjang malam itu Nash terlihat kesulitan bernapas. Tanpa berpikir panjang lagi ia kemudian menghubungi dokter anak dan dokter itu memintanya untuk segara membawa Nash ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit dilakukan rontgen dada pada Nash, dan pada saat ini dokter melihat ada sesuatu yang tidak biasa. Akhirnya dijadwalkan untuk dilakukan bronkoskopi. Hasilnya, terdapat potongan popcorn di paru-parunya.
“Tubuh mengenali potongan popcorn itu sebagai benda asing dan kemudian terjadi radang. Hal ini membuatnya menderita pneumonia di paru-paru kirinya,” katanya.
Setelah dilakukan prosedur medis akhirnya dokter dapat mengeluarkan enam potongan berondong. Namun itu belum semuanya keluar karena menurut dokter akan berisiko ketika mengeluarkannya sekaligus, sehingga dilakukan perawatan dan dilakukan prosedur yang kedua kalinya.
Setelah itu Nash kembali pulih seperti sedia kala. Goddard sangat bersyukur dan menyadari ternyata cemilan favoritnya itu tidak aman untuk balita.
Alasan Tersedak Popcorn
Tersedak terjadi ketika suatu benda bersarang di tenggorokan atau batang tenggorokan yang menghalangi aliran udara. Pada orang dewasa, sepotong makanan biasanya menjadi penyebab. Sedangkan anak kecil sering tersedak benda kecil.
Tersedak ini dapat mengancam jiwa, karena kondisi ini dapat menghentikan aliran oksigen ke otak. Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak tidak boleh makan popcorn sampai berusia empat tahun, karena risikonya bisa mematikan.
Anak-anak harus bisa mengunyah dan menelan popcorn dengan baik agar dapat mengonsumsi berondong jagung itu dengan aman. Ada banyak alasan mengapa orang tersedak popcorn. Salah satu alasannya mungkin karena popcorn terlalu kering sehingga tidak cukup dilumasi untuk meluncur ke tenggorokan dengan mudah.
Alasan lain mungkin karena orang tersebut makan popcorn terlalu cepat dan tidak mengunyahnya dengan benar sebelum menelannya. Apalagi untuk anak balita yang belum memiliki gigi yang lengkap sehingga akan kesulitan dalam mengunyahnya.
Terakhir, beberapa orang mengalami kesulitan dengan jenis makanan apa pun yang kenyal atau renyah, dan berondong jagung termasuk dalam kedua kategori tersebut.
Bagaimanapun itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sehingga meskipun tidak memiliki kandungan yang berbahaya, tetap jauhkan berondong dari jangkauan anak balita.