1. Tidur Jadi Lebih Nyaman
Sehabis mengamuk dan mengeluarkan semua isi tenaganya tentu sang buah hati akan merasa lelah dan bisa saja langsung tertidur.
Justru hal tersebut bisa menjadi dampak positif lantaran ketika kelelahan si Kecil menjadi lebih nyaman dan lebih nyenyak untuk tidur.
2. Mengajarkan Anak untuk Memahami Aturan
Biasanya salah satu tantrum disebabkan oleh keinginan si Kecil yang tidak terpenuhi, misalnya meminta dibelikan mainan favoritnya.
Dari situlah orang tua bisa mengajarkan sang buah hatinya untuk mematuhi aturan yang telah Bunda buat.
Jadi tidak semua hal yang diinginkan oleh sang buah hati harus terpenuhi selalu.
3. Hubungan Anak dan Orang Tua Jadi Lebih Dekat
Melalui proses tantrum tersebut, ada sesuatu yang biasanya Bunda dan Ayah berikan kepada si Kecil untuk menenangkan yakni berupa pelukan hangat.
Dengan melakukan hal tersebut membuat kedekatan Bunda dan sang buah hati menjadi lebih dekat atau semakin terjalin.
4. Melatih Anak untuk Mengontrol Emosi
Sebelum nantinya si Kecil memasuki lingkungan sosial di mana membutuhkan kemampuan berintarksi dengan orang lain, anak harus berlatih untuk mengontrol emosinya.
Dari proses tantrum inilah kita bisa mengajarkan sang buah hati untuk bisa melatih emosinya.
Jadi orang tua tak perlu khawatir dengan fase terrible two atau istilah lainnya perilaku anak yang semakin menantang di usia 2 tahunnya, termasuk sering tantrum.
Karena fase tersebut memang umum terjadi pada sang buah hati yang sudah memasuki usia 2 tahun.***