2. Olahraga Mengangkat Kaki
Cara mengurangi kaki bengkak selanjutnya, Bunda bisa meluangkan waktu untuk mengangkat kaki di atas ketinggian jantung.
Dengan melakukan cara tersebut diketahui dapat membantu mendorong air untuk mengalir ke seluruh tubuh.
Cairan secara alami mengalir ke kaki saat seseorang berdiri sehingga mengangkat kaki dapat mengurangi pembengkakan sementara.
Selain itu, Bunda harus menghindari pengehentian aliran darah ke kaki yang dapat terjadi saat seseorang menyilangkan kaki atau duduk dalam posisi terbatas.
3. Melakukan Olahraga Ringan
Banyak orang menemukan bahwa olahraga ringan setelah melahirkan dapat membantu untuk mengurangi pembengkakan pada kaki.
Bergerak akan membuat darah dan air dapat bersirkulasi dengan baik dan mencegahnya menumpuk.
Namun, pastikan untuk menghentikan olahraga atau gerakan ketika tubuh sudah merasakan sakit.
Beberapa kegiatan olahraga ringan yang dianjurkan untuk Bunda pasca melahirkan adalah berjalan, yoga, renang, serta pilates.
4. Menghindari Makanan Olahan
Makanan olahan yang mengandung natrium tinggi perlu dihindari lantaran dapat menyebabkan kembung dan memperparah pembengkakan pasca melahirkan.
Selalu usahan untuk meminimalkan konsumsi garam dalam makanan Bunda setelah melahirkan.
Memeriksa kandungan natrium pada kemasan makanan juga dapat membantu menjaga asupan garam dan mengurangi retensi air.
5. Hindari Berdiri Terlalu Lama
Gaya gravitasi akan membuat cairan terdorong ke bagian bawah tubuh, tepatnya kaki.
Alhasil jika berdiri terlalu lama, pembengkakan tersebut bisa semakin memperburuk kondisi.
Jika dalam kondisi tertentu Bunda perlu berdiri, sempatkanlah untuk duduk dan istirahat secara berkala.
Namun, hindari menyilangkan atau menopang satu kaki di atas kaki yang satunya, biarkan kaki ibu lurus sehingga aliran darah tetap lancar.
6. Kurangi Konsumsi Kafein
Cara mengatasi kaki bengkak pasca melahirkan yang selanjutnya adalah mengurangi asupan kafein.
Bukan hanya dari kopi, kafein juga bisa Bunda temukan pada cokelat, teh, dan beberapa minuman lainnya.
Karena kafein bersifat diuretik atau merangsang produksi urine, kafein juga bisa meningkatkan risiko dehidrasi.
Jika Bunda terlalu sering buang air kecil, tubuh akan meresponsnya dengan mempertahankan cairan.
Alhasil, cairan berlebih tersebut membuat volume darah kamu meningkat hampir 50 persen yang akhirnya menimbulkan pembengkakan.
Pembengkakan ini lebih terlihat jelas pada bagian wajah, tangan, atau kaki***