Lelaki yang biasa disebut sebagai Bapak Brand Indonesia itu membagikan ilmu yang sangat bermanfaat terkait brand.
“Brand adalah sebuah makna, dan brand adalah seseorang yang memiliki nama,” ungkap Subiakto (23/09/2023) di Pos Bloc Jakarta.
“Jika brand tidak memiliki suatu makna di dalamnya, maka brand tersebut tidak akan bisa berhasil untuk dikenal oleh khalayak luas,” sambungnya.
Lelaki yang sudah berkiprah selama 50 tahun sebagai praktisi branding itu juga menceritakan alur branding yang sudah bisa dikatakan berhasil.
“Cuan tidak akan datang jika tidak adanya transaksi, jika sebuah transaksi tidak ada, maka traffic pun tidak akan datang,” ujar Subiakto.
“Jika brand sudah dikatakan berhasil, bukan kita yang menawarkan ke orang tapi traffic yang datang ke kita,” lanjutnya.
Jika ada seseorang yang baru ingin memulai membuat brand, harus sesuai dengan kesukaannya masing-masing jadi tidak bisa dipaksakan.
“Orang punya kolamnya masing-masing atau sesuai dengan kesukaannya,” ucap Subiakto.
Di akhir pemberian materi oleh Subiakto Priosoedarsono, dirinya membagikan definisi call to action yang tepat dan banyak orang lain yang belum mengetahuinya.
“Call to action itu menciptakan rasa takut kepada konsumen atau memainkan emosi konsumen agar para konsumen langsung ter-distract untuk membeli produk kita,” ungkapnya.
“Sebuah brand jika tidak ada call to actionnya mendingan brand tersebut tidur (tidak usah diadakan),” sambungnya.
Jadi seperti itulah keseruan dan kemeriahan dari The Writers Book Festival 2023, banyak ilmu yang bisa didapatkan dalam acara tersebut.***