2. Pembelajaran Melalui Imitasi
Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi perkembangan emosi anak.
Si Kecil akan meniru emosi dari yang dilihatnya di lingkungan paling dekat, salah satunya keluarga sendiri.
Saat orang tua menunjukkan kebahagiaannya melalui wajah yang tersenyum, sang buah hati akan memantulkan kebahagiaan yang sama persis.
3. Latih Mengelola Emosi Anak dengan Cara Menyenangkan
Anak dapat memperoleh perkembangan emosi melalui pengawasan dan bimbingan orang tua.
Anak dapat diajari cara bereaksi yang dapat diterima dan menyenangkan, dengan memberikan pengarahan, anak juga sapat mengondisikan emosinya.
Dari sinilah orang tua dapat memberikan arahan dan pendampingan yang sederhana dan tidak menjenuhkan.
Misalnya orang tua dapat memberikan permainan yang menyenangkan yang dapat memberikan pengajaran tentang mengelola emosi, seperti bermain peran.
4. Berikan Pembelajaran Melalui Tokoh Idola Anak
Ada masa tertentu anak akan tertarik dan kagum dengan tokoh tertentu dan cenderung mempersamakan dirinya.
Hal ini turut mengembangkan pola emosi dalam diri si Kecil.
Orang tua dapat mencari tahu sosok atau tokoh yang dikagumi dan melihat reaksi emosi anak.
Banyak tokoh yang muncul dan menjadi anak saat ini, meskipun begitu orang tua harus membantu memilah tokoh yang memang memiliki norma dan karakter yang sesuai.
Misalnya di Indonesia, orang tua dapat menceritakan tokoh pahlawan yang memiliki semangat yang besar.
Seperti, IR. Soekarno yang memiliki kecakapan beragam bahasa atau Mohammad Hatta yang gemar membaca buku.
Selain itu juga perlu diceritakan kisah-kisah teladan seorang figur dalam menghadapi masalah. Seperti dalam agama Islam bisa menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW saat menghadapi kecaman dari warganya yang tidak ingin mempercayai ajarannya.***