2. Tortikolis Bawaan
Jenis bawaan merupakan kondisi keturunan dan lebih sering terjadi, pada umumnya kondisi ini tidak menyebabkan gejala lain, seperti rasa nyeri pada otot.
Tortikolis jenis bawaan biasanya baru disadari setelah sang buah hati berusia beberapa minggu, terutama saat bayi sudah memiliki kemampuan menggerakan kepalanya.
Penyebab Tortikolis Pada si Kecil

Penyebab penyakit tersebut pada bayi bisa dibedakan berdasarkan masing-masing jenisnya, di antaranya:
1. Tortikolis yang Diperoleh
Jenis ini sering kali terjadi akibat adanya pembengkakan di tenggorokan bayi yang menyebabkan jaringan di sekitar tulang belakang bagian atas mengendur.
Hal ini bisa tulang belakang bisa bergeser dari posisi normalnya. Akibatnya, otot leher bisa menjadi tegang dan membuat kepala miring ke salah satu sisi.
Pembengkakan tersebut bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:
- Cedera
- Infeksi
- Respons terhadap obat tertentu
- Jaringan parut atau bekas luka
- Radang sendi di leher (spondilosis servikal)
- Sindrom Sandifer, kondisi langka akibat GERD disertai kejang leher, atau
- Sindrom Grisel, komplikasi akibat infeksi kepala dan leher, atau operasi THT (telinga, hidung, dan tenggorokan).
2. Tortikolis Bawaan
Tortikolis ini terjadi ketika ada pemendekan pada salah satu otot sternocleidomastoid (SCM) , yaitu dua otot besar di leher bayi.
Otot ini yang bertugas menghubungkan tulang tengkorak dengan tulang dada (sternum) dan tulang selangka (klavikula).
Belum diketahui secara pasti penyebab pemendekan tersebut. Namun, diduga hal ini bisa dipicu oleh faktor-faktor berikut: