“Bidan sudah berupaya di sini, berhubung pemeriksaan partograf sudah melebihi, sudah harus bertindak, kewajiban kita untuk merujuk (ke rumah sakit),” ucap bidan yang menangani.
“Sudah merujuk juga kita konsul, ACC ke rumah sakit umum, ternyata pasien menolak,” sambung bidan tersebut.
Setelah berbagai upaya dikerahkan, namun tetap saja gagal untuk merujuk ibu hamil yang malang tersebut ke rumah sakit.
Dalam video lanjutan, ibu hamil yang mengalami ketuban sudah pecah tersebut malah memilih pulang ke rumah dan menunggu hingga mengalami kontraksi.
Keesokan harinya, tim Puskesmas kembali memberikan edukasi pada keluarga tersebut untuk membujuk pasien agar mau dibawa ke rumah sakit.
Namun kedatangan mereka malah membuat marah keluarga. Meski sudah dimaki-maki, pihak Puskesmas tetap tak lelah untuk memberikan edukasi.
Menurut pihak Puskesmas jika tidak segera dirujuk ke rumah sakit maka akan sangat berbahaya untuk ibu dan bayinya.
“Bukan maksa-maksa ibu, biar bayi sama ibunya selamat, kalo sudah ada bukaan, bayi tidak akan keluar,” ucap pihak Puskesmas.
Bukannya mendengarkan, ibu mertua itu justru kembali marah-marah kepada petugas Puskesmas.
“Biarin aja, gimana kami aja, anak-anak saya maksa banget mau nolong, kalau mau nolong ke orang yang mau, yang ridho,” ucap ibu mertua dari ibu hamil itu.
Hingga pada akhirnya sang bayi pun tak bisa diselamatkan. Video selanjutnya menunjukkan warga sekitar rumah tersebut berbondong-bondong untuk berziarah dan mengantarkan jenasah bayi kecil tersebut ke pemakaman.
Kisah ini lantas membuat semua orang yang melihatnya merasa gregetan dan marah dengan ibu mertua dan suami dari wanita tersebut.
Nah, Bunda pasti tidak ingin kejadian ini menimpa Bunda. Maka penting untuk mempersiapkan diri dan keluarga terdekat terutama suami dengan pemahaman tentang apa saja yang dibutuhkan Bunda dan kemungkinan kondisi genting selama masa melahirkan.
Bunda pasti ingin tahu kan gimana cara terbaik untuk persiapan melahirkan, bisa simak sampai habis ya.