1. Kurang Tidur Sebabkan Gangguan Hormon
Ada beberapa hormon yang memengaruhi kesuburan yang akan terganggu fungsinya jika seseorang kekurangan tidur yaitu Leptin dan Prolaktin.
Leptin adalah hormon yang menstimulasi otak untuk makan dan kenyang. Hormon yang diproduksi saat tidur ini akan menurun jika kita kurang tidur yang menyebabkan makan berlebihan atau tidak teratur.
Akibatnya berat badan bertambah (obesitas) yang membuat siklus menstruasi tidak teratur, bahkan mungkin tidak terjadi.
Prolaktin lebih dikenal sebagai hormon yang membantu kelancaran produksi ASI. Hormon ini yang juga dihasilkan saat tidur ini jika kadarnya terlalu tinggi atau rendah bisa menyebabkan masalah kesuburan.
Kadar prolaktin yang tinggi menyebabkan seorang perempuan tidak berovulasi selama siklus menstruasi, itu sebabnya menyusui bisa jadi kontrasepsi kehamilan.
Sementara, tingkat prolaktin yang rendah berpotensi pada masalah kehamilan.
2. Stres Sebabkan Gangguan Tidur
Saat seseorang mengalami stres, kebiasaan tidur mereka juga akan terganggu. Saat stres, tubuh akan meningkatkan hormon kortisol.
Kadar kortisol yang tinggi membuat tubuh sulit rileks dan susah mendapatkan tidur yang berkualitas.
Masalah kesuburan yang diakibatkan waktu tidur tidak teratur sering dialami oleh para pekerja shift malam.
Temuan menunjukkan bahwa mereka memiliki siklus haid tidak teratur yang bisa menyebabkan masalah kesuburan.
Sebab, tubuh kita dijalankan oleh jam internal yang disebut ritme sirkadian yaitu proses biologis selama 24 jam yang berhubungan dengan siklus pagi-malam yang memengaruhi sistem fungsional tubuh manusia.
Ritme sirkadian mengendalikan produksi hormon melatonin dan kortisol. “Pekerja shift malam terus-menerus mengubah irama sirkadian mereka,” terang Metzger.
Selain perempuan, laki-laki yang idealnya punya waktu tidur selama delapan jam per malam, jika kurang dari itu akan terngganggu kesuburannya.
Siklus REM (rapid eye movement) selama tidur sangat penting untuk kesuburan laki-laki. Siklus ini berupa fase saat otot-otot tidak bergerak namun otak menjadi sangat aktif. Fase tidur REM yaitu 90 menit pertama setelah tertidur.
Jika siklus REM terganggu, hormon kortisol (stres) meningkat sehingga memicu kadar testosteron menjadi rendah.
Kadar testosteron yang rendah pada laki-laki menyebabkan penurunan gairah seksual dan produksi sperma, sehingga cukup menyulitkan terjadinya kehamilan.
Waktu tidur yang cukup juga penting dalam memroduksi hormon kesuburan lain seperti estrogen, progesteron, hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH) pada perempuan.
Tubuh adalah sistem yang mengatur protein dan hormon, perlu bekerja seimbang untuk mencapai kondisi kesehatan dan kesuburan yang optimal. Tidur adalah kunci untuk menjaga keseimbangan sehat ini.