Sosok suaminya itu menilai penanganannya juga terkesan dilakukan kurang berhati-hati kepada istri dan anaknya.
Mengejutkannya adalah T mendapat konfirmasi istrinya meninggal lantaran mengidap sebuah penyakit.
Padahal selama ini sang istri tercintanya tidak memiliki penyakit yang membahayakan atau jarang sekali sakit.
Sebelumnya, sepupu korban Suti (32) menyebut sempat meminta tindakan operasi kepada pihak tenaga medis. Namun hal itu digubris meski kondisi korban terlihat sudah tidak memungkinkan lagi.
Mengerikannya, sepupu korban itu juga mendengar bahwa ada sebuah tindakan pengguntingan pada bagian vital korban.
Tak berhenti sampai di situ, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan.
Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar juga membenarkan bahwa Polres Indramayu telah menerima laporan adanya malapraktik terkait penanganan persalinan.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan mencari alat bukti lainnya.
Kejadian ini mencederai adanya momentum hari ibu yang seharusnya menjadi momen untuk meningkatkan kenyamanan dan kasih sayang pada setiap ibu.
Apalagi bagi ibu yang tengah melahirkan, di mana ia sedang berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan keturunan yang sehat.
Maka sudah seharusnya para ibu mendapatkan perlindungan yang layak mengingat pengorbanannya yang tak bisa dianggap remeh tersebut.
Peran Pemerintah untuk Mengatasi Meninggalnya Ibu dan Bayi saat Melahirkan

Lebih lanjut, risiko kematian ibu dan bayi masih menjadi sebuah permasalahan di berbagai negara salah satunya di Indonesia.
Dikutip dari situs Kemkes, lebih dari 62% kematian ibu dan sang buah hati terjadi di rumah sakit.
Sebagai upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir, Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan berkomitmen untuk keselamatan ibu dan bayi.