Kemenkes akan meningkatkan tiga langkah yaitu meningkatkan cakupan imunisasi, meningkatkan jumlah kunjungan Antenatal Care, dan juga memastikan infrastruktur USG di setiap puskesmas.
Hal tersebut merupakan usaha-usaha konkrit pemerintah untuk memastikan tingkat kematian ibu dan anak bisa dikurangi secara drastis.
Namun tentu saja upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan di momen hari ibu saja, melainkan perlu dilakukan secara kontinyu.
Selain itu untuk hal tersebut juga meningkatkan perlindungan kepada ibu di seluruh Indonesia salah satunya dari penyakit kanker serviks.
Pemerintah juga sudah memutuskan akan meningkatkan Antenatal Care dari 4 menjadi 6, dan dua di antaranya harus kunjungan bertemu dengan dokter.
Dengan demikian pemerintah dapat memonitor kondisi kesehatan calon bayi agar sang ibu bisa memastikan anak lahir dengan sehat, dan bisa menjadi generasi penerus bangsa.
Tak hanya itu saja, Kementerian Kesehatan juga telah meluncurkan program agar seluruh puskesmas dapat memiliki alat USG.
Sehingga dalam pemeriksaan di tingkat puskesmas sudah dapat mengamati kondisi janin di dalam kandungan ibu sebelum masa lahirnya tiba.
Bahkan untuk memastikan juga ada tidaknya komplikasi yang harus segera di tangani di puskesmas.
Tidak berakhir sampai di situ saja, Kemkes juga berpesan bahwa ini menjadi tugas seluruh masyarakat untuk memastikan bahwa calon anak bangsa akan lahir dalam keadaan sehat.
Bahkan harus merasakan hidup jauh lebih siap di masa yang akan datang, dibandingkan yang ada pada saat ini.
Jika melihat kasus di atas, upaya pencegahan yang dapat kita lakukan sebagai orang awam sebelum melahirkan yaitu melakukan persiapan yang matang.
Alangkah baiknya untuk men-survei tempat bersalin yang akan dituju terlebih dahulu untuk mencegah adanya korban malapraktik lagi.
Selain itu juga perlu adanya pemahaman yang luas bagi calon orang tua terkait hal-hal yang perlu dilakukan agar dapat melangsungkan persalinan dengan aman dan tenang meskipun tengah merasakan kontraksi.
Jadi, pada momen hari ibu ini, kita perlu mengingat bahwa jangan sampai kejadian seperti ini harus terulang kembali kepada ibu dan sang buah hati yang akan lahir nanti.***