Lihat, Tunjuk, Cerita: Teknik Membaca Interaktif untuk Memperkaya Bahasa Anak

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Ibu dan anak membaca buku interaktif sambil menunjuk gambar dan berbicara
Ibu dan anak membaca buku interaktif sambil menunjuk gambar dan berbicara

HALLOBUNDA.CO – Membaca bersama anak tidak harus selalu berarti Bunda menyelesaikan cerita dari halaman pertama sampai terakhir. Kadang, momen paling kaya justru muncul ketika si Kecil berhenti di gambar kucing, menunjuk bulan, atau mengulang satu kata favorit. Di situlah buku berubah menjadi ruang percakapan. Membaca buku interaktif memberi anak kesempatan untuk melihat, menunjuk, mendengar, menunggu, merespons, dan perlahan menambah bahasa dari hal yang sedang menarik perhatiannya.

Mengapa Membaca Buku Interaktif Berbeda dari Sekadar Membacakan?

Dalam shared book reading, anak bukan hanya pendengar. Orang tua memberi ruang agar anak ikut mengambil giliran melalui tatapan, gestur, bunyi, kata, atau kalimat. Konsep serve and return dari Center on the Developing Child, Harvard University, menekankan pentingnya pertukaran responsif dua arah bagi perkembangan awal, termasuk fondasi bahasa dan keterampilan sosial. Riset shared reading juga menunjukkan bahwa caregiver dapat mempelajari strategi seperti jeda, pertanyaan terbuka, merespons ucapan anak, dan memperluas jawabannya.

Baca Juga  Dari Menunjuk ke Mengucap: Cara Membantu Anak yang Sudah Paham tetapi Belum Bicara

Ikuti Fokus Anak Sebelum Mengejar Isi Cerita

Jika anak tertarik pada satu ilustrasi dan belum ingin pindah halaman, tidak masalah. Gunakan perhatian itu sebagai pintu masuk bahasa. Daripada berkata, “Ayo lanjut ceritanya,” Bunda bisa mengikuti dengan, “Iya, ada bus merah. Busnya ke mana, ya?” Tujuannya bukan menguji anak, melainkan membangun percakapan dari sesuatu yang sudah membuatnya tertarik.

1. Berhenti sejenak sebelum memberi jawaban

Saat membuka halaman baru, jangan langsung menjelaskan semua gambar. Beri jeda beberapa detik. Anak mungkin menunjuk, menatap, bersuara, atau menyebut sesuatu. Respons kecil ini dapat menjadi awal percakapan. Jika belum ada respons, Bunda boleh memberi model sederhana seperti, “Wah, ada bebek!”

Baca Juga  Heatstroke Mengintai, Yuk Cegah Dengan Lakukan Ini

2. Gunakan komentar, bukan pertanyaan terus-menerus

Terlalu banyak pertanyaan dapat membuat sesi membaca terasa seperti kuis. Selipkan komentar yang mudah ditanggapi: “Kucingnya sembunyi,” “Wah, hujannya deras,” atau “Aku lihat bola besar.” Anak dapat membalas dengan gestur, bunyi, atau kata tanpa merasa harus menjawab dengan benar.

3. Pilih pertanyaan yang membuka cerita

Sesekali gunakan pertanyaan terbuka sesuai kemampuan anak, misalnya, “Menurut kamu dia mau ke mana?” atau “Apa yang terjadi di gambar ini?” Untuk anak yang masih menggunakan sedikit kata, pertanyaan pilihan seperti “Kucing atau anjing?” bisa lebih mudah. Sesuaikan tantangan dengan kemampuan komunikasinya.

Share this Article
Reading: Lihat, Tunjuk, Cerita: Teknik Membaca Interaktif untuk Memperkaya Bahasa Anak