5. Ajarkan Teknik Menenangkan Diri
Untuk anak usia lebih besar, ajarkan cara sederhana seperti menarik napas dalam, menghitung sampai 10, atau memeluk diri sendiri saat merasa kesal.
6. Jangan Selalu Menyelamatkan
Memberikan semua yang anak minta hanya untuk menghindari tantrum bisa berdampak jangka panjang.
Biarkan anak mengalami kekecewaan dalam kadar yang sehat—karena itu bagian dari hidup.
Bunda, mengajarkan anak mengelola kekecewaan bukan berarti membuat mereka kuat seketika.
Tapi ini adalah proses penting untuk membentuk pribadi tangguh, sabar, dan tidak mudah menyerah.
Dengan bimbingan penuh cinta dan konsistensi, anak akan tumbuh dengan kemampuan emosional yang matang dan siap menghadapi dunia nyata yang tak selalu sesuai harapan.
Karena sesungguhnya, belajar kecewa adalah cara terbaik untuk belajar bangkit.***