Keunggulan BLW
Memberikan MPASI dengan metode BLW memiliki beberapa manfaat yang tidak dimiliki oleh pemberian makanan dengan metode spoon feeding atau dengan disuapi. Berikut beberapa manfaat dari makan sendiri untuk bayi:
- Kemandirian, BLW mendorong bayi untuk makan secara mandiri. Hal ini membantu anak-anak menjadi lebih percaya diri pada waktu makan.
- Pengelolaan Diri, dengan membiarkan bayi memutuskan apa dan berapa banyak yang mereka makan, bayi bisa belajar mengelola dirinya sendiri. Ini berarti mereka belajar makan saat lapar dan berhenti saat kenyang.
- Mengasah Keterampilan Motorik, belajar makan sendiri dapat membantu bayi melatih keterampilan motorik halus dan koordinasi antara tangan dan mata.
- Kenyamanan, BLW memungkinkan bayi untuk makan kapan saja atau di mana saja ketika anggota keluarga lainnya melakukannya. Ini juga berarti orang tua atau pengasuh tidak perlu memberi mereka makan secara manual. Ketika anak-anak mengontrol asupan makanannya sendiri maka ia tidak akan mengalami stres ketimbang mereka yang dipaksa memakan makanan yang belum ia sukai.
- Lebih Berani Mencoba-coba Makanan, pihak yang pro-BLW mengklaim bahwa BLW dapat mengurangi picky eater (pilih-pilih makanan) dan lebih berani mencoba rasa-rasa baru pada makanan. Namun belum ada penelitian yang membuktikan klaim tersebut.
Kekurangan BLW
Dokter spesialis anak, dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A pada halaman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan BLW belum dapat dibuktikan berhasil sebagai pemberian MPASI yang aman dan lebih baik. Ini jika dibandingkan dengan metode pemberian MPASI yang dianjurkan World Health Organization (WHO), yaitu responsive feeding atau memberikan MPASI dengan menyuapinya langsung.
Ketidakseimbangan nutrisi, beberapa studi telah menemukan bahwa anak-anak yang orang tuanya menggunakan BLW lebih cenderung mengalami ketidakseimbangan nutrisi atau kekurangan berat badan. Namun, penelitian lain belum mencapai kesimpulan yang sama.
Lebih mungkin terpapar makanan yang kurang bergizi, jika bayi makan apa yang dimakan anggota keluarga lainnya. Dalam hal ini si Kecil mungkin akan mengonsumsi lebih banyak garam atau gula daripada ketika ia diberikan makanan khusus sebagai MPASI seperti bubur. Namun, kemungkinan ini dapat diatasi dengan makan makanan seimbang atau dengan membuatkan makanan rumahan yang berbeda dari yang dimakan keluarga besar, yaitu versi yang sesuai untuk bayi.
Risiko tersedak, seperti yang dikhawatirkan oleh ibu dan mertua Nikita Willy, beberapa finger food menimbulkan risiko tersedak. Meskipun sebagian besar penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat tersedak antara bayi yang makan sendiri dan yang tidak. Kendati demikian penting untuk memodifikasi atau menghindari makanan apa pun yang menimbulkan risiko ini.
Semua pilihan tentu memiliki sisi positif dan negatif masing-masing. Bunda bisa menentukannya dengan melihat kondisi dan kebutuhan si Kecil, karena setiap anak unik dan memiliki ketertarikan berbeda-beda. Sehingga treatment yang diberikan juga berbeda-beda, termasuk dalam metode pemberian MPASI ini.