“Waduh.. kalau sampai benjol jatuh tanpa pengawasan bisa membahayakan tumbuh kembang anak juga. Bisa-bisa anak terluka, gagar otak, retak tulang, patah tulang, mimisan, apalagi luka dikepala, berbahaya bun,” tulis netizen.
“Kalau bisa , kita sebagai orang tua selalu jaga anak dari hal-hal yang membahayakan. Itulah peran orang tua diperlukan,” lanjut netizen tersebut.

Membiarkan Anak Berekplorasi Sendiri
Jika membiarkan anak bereksplorasi pada lima tahun pertama bisa membantunya memiliki kesempatan belajar lebih besar.
Inilah yang disampaikan oleh Dokter Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial dr. Berbie Endyarni Medise, SpA(K), MPH, lima tahun pertama merupakan waktu perkembangan otak anak untuk tumbuh secara pesat.
Di awal kehidupan, saat anak usia 2 tahun, pertumbuhan otaknya sudah mencapai 80 persen dari otak orang dewasa.
Sedangkan memasuki usia 5-6 tahun, otak akan tumbuh menjadi 15 persen atau 95 persen dari otak orang dewasa.
“Di situlah terjadi pembentukan otak di mana yang akan menjadi cikal bakal pembentukan otak, motorik kasar dan halus, kognitif, semuanya berhubungan dengan otak sangat penting,” ujar Bernie.
Saat Bunda menyaksikan si Kecil menangis menurut Dokter Spealis Anak dr. Andreas, M. Ked(Pen), Sp.A, cukup sabar aja menghadapi anak nangis, biarin dia nangis.
Di indonesia anak nangis itu pada heboh, pengen didiamin padahal itu salah, berarti kita tidak membiarkan anak berkembang, mengekpresikan emosinya, jadi dilarang-larang.
Padahal dia nangis itu bisa jadi takut, karena lapar, ngantuk dan banyak faktornya.
Biarkanlah anak mengekpresikan emosi yang salah sampai selesai, nanti kalau dia salah kita kasih taunya kalau dia sadar lagi.
Saat mereka penuh dengan emosi biasanya tidak sadar, ngomong aja udah gak benar, tindakan sudah tidak terkontrol.
“Biarin dulu dia selesain emosinya baru kita ngomong,” ujar Andreas.