Misalnya, jika satu orang tua melarang makan sambil menonton televisi, maka orang tua lainnya pun perlu menerapkan aturan yang sama.
dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs American Academy of Pediatrics, anak-anak akan belajar lebih cepat jika mereka menerima pesan yang sama dari semua pihak yang mengasuhnya.
Selain itu, konsistensi bukan berarti kaku. Orang tua tetap dapat menyesuaikan aturan sesuai situasi, namun tetap menjaga garis besar nilai yang ingin diajarkan.
Komunikasi terbuka, kejelasan dalam memberi arahan, serta keteladanan dari orang tua sangat membantu anak menumbuhkan disiplin diri dan empati terhadap orang lain.
Dalam jangka panjang, anak yang tumbuh dengan pola asuh yang konsisten akan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, mampu membuat keputusan dengan bijak, dan memiliki kontrol diri yang baik.
Maka dari itu, mari jadikan konsistensi sebagai bagian penting dalam perjalanan kita sebagai orang tua.