4 Cara Mengatasi Balita yang Suka Memukul Diri Sendiri
1. Ciptakan Lingkungan yang Aman
Jika anak-anak menemukan banyak cara untuk menyakiti diri sendiri, seperti membenturkan kepala ke dinding, pindahkan mereka atau benda-benda tersebut dari jangkauannya.
Bunda juga dapat memberi mereka sesuatu untuk dipegang, seperti boneka beruang untuk diremas atau cangkir berisi air untuk diminum.
2. Tawarkan Bantuan
Bunda bisa memberikan respons seperti memeluk erat anak untuk mencegahnya memukul diri sendiri. Tindakan ini dapat menenangkan balita dan menghentikan perilaku melukai diri sendiri.
Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang bagi anak, serta meredakan rasa sakit atau frustrasi yang mereka rasakan.
3. Ucapkan Kata-kata yang Menenangkan
Memberi tahu anak-anak bahwa mereka aman dan Bunda selalu juga bisa menenangkan balita yang rewel. Cobalah untuk fokus menenangkan dan mengurangi risiko balita menyakiti dirinya sendiri.
Setelah momen itu berlalu, Bunda dapat mulai mengajari balita cara-cara yang sehat untuk mengekspresikan rasa frustrasi. Misalnya dimulai dengan berbicara tentang cara mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan.
4. Atasi Semua Kebutuhan Fisik
Jika anak memukul dirinya sendiri karena keluhan fisik seperti lapar, kedinginan, tumbuh gigi, atau haus, Bunda tidak akan bisa mengatasi perilaku sampai kebutuhan fisiknya terpenuhi.
Cobalah untuk membuat mereka merasa lebih nyaman, lalu tunjukkan kepada bagaimana mereka bisa memberi tahu Bunda di masa mendatang cara tepat saat sedang membutuhkan sesuatu.
Selain itu, Bunda juga harus mencoba memperhatikan pola-pola ini.
Apabila Bunda melihat mereka memukul diri sendiri setiap kali popoknya basah atau melewatkan waktu makan camilan.
Bunda dapat mencoba untuk memenuhi kebutuhan ini terlebih dahulu sebelum mereka mulai memukul.***