Gemas Saat si Kecil Lakukan GTM? Ketahui Penyebab dan Cara Atasi Dengan 4 Tips Ini Yuk!

Lafa Zidan Alfaini
9 Min Read
Gemas Saat si Kecil Lakukan GTM? Ketahui Penyebab dan Cara Atasi Dengan 4 Tips Ini Yuk!

1. Selalu Memilih Makanan

Kebiasaan memilih-milih makanan atau picky eater bisa menjadi penyebab anak mengalami Gerakan Tutup Mulut.

Anak Bunda mungkin juga akan lebih memilih untuk makan makanan lain dibanding yang sudah disajikan.

Akibatnya, sang buah hati tidak akan mau makan hingga dirinya dapat makanan yang sangat digemarinya.

Sebagai contoh, anak cenderung suka makanan yang manis-manis. Jadi saat sedang menyajikan sayuran, anak akan tidak tertarik untuk memakannya karena rasanya yang tidak bisa diterima lidahnya.

Anak-anak mungkin saja tidak suka dengan tekstur makanan saat dipegang atau dimakan.

Karena panca indera anak masih berkembang, tekstur yang terasa asing bisa membuat anak merasakan tidak nyaman.

Baca Juga  Terkena Imbas Polusi Udara di Jakarta, 2 Anak Tasya Kamila Mengalami Batuk dan Pilek

2. Takut Mencoba Makanan Baru

Selain hanya ingin makan makanan yang disukai, anak juga bisa merasa takut untuk mencoba makanan yang baru dikenalnya. Ini bisa juga disebut neophobia.

Hal ini bisa menjadi penyebab anak tidak akan mau makan dan bisa saja mengalami GTM saat disajikan makanan yang belum pernah dimakannya.

Jika Bunda melihat si Kecil mengalami hal ini, maka yang perlu Bunda lakukan adalah support penuh kepadanya.

Yaitu dengan cara tidak memaksakan ia untuk memakannya, bahkan memaksa untuk menghabiskannya pada saat itu juga.

Jika itu Bunda lakukan maka si Kecil bisa saja akan trauma dan ketakutannya akan makanan baru menjadi semakin besar.

Sehingga tidak masalah jika si Kecil menolaknya pada awalnya dan kemudian mencobakannya di lain hari. Bunda juga bisa mencontohkan kepada anak berapa enaknya makanan tersebut dengan memakannya di depan si Kecil.

Baca Juga  Si Kecil Gampang Jijik? GTM Bisa Terjadi Jika Tidak Ditangani Dengan Baik, Ini 3 Cara Atasinya

3. Sudah Merasa Kenyang

Si Kecil memiliki kemampuan yang baik dalam mengukur apa yang sedang dibutuhkannya oleh tubuh.

Maka dari itu, anak pada umumnya mengetahui kapan mereka merasa cukup atau masih kenyang.

Bukan hanya dari makanan saja, anak juga bisa merasa kenyang setelah meminum susu, pada kondisi ini sang buah hati akan menolak saat diberikan makan.

Dikutip dari Dr. Gellner dari Health University of Utah, susu mengandung jumlah kalori yang sama banyak dengan makanan.

Maka dari itu, minum susu juga bisa membuat anak kenyang, sehingga dirinya tidak lapar dan tidak mau makan.

Maka dari itu penting untuk mengatur jadwal makannya. Jangan sampai memberikan susu mendekati jadwal makan anak agar ia merasa lapar pada jam makannya.

Baca Juga  Anak Sering Mengeluh Bosan? Ini Solusi Kegiatan Edukatif di Rumah

Anak juga cenderung akan menyisakan makanannya jika porsi yang diberikan terlalu banyak.

Sebagai contoh porsi makan anak usia 2 tahun pasti berbeda dari porsi makan anak usia 5 tahun.

4. Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID)

ARFID adalah salah satu jenis gangguan makan pada anak yang bisa saja terjadi.

Meski memiliki gejala yang mirip dengan picky eater, ARFID bisa menjadi kondisi yang lebih serius.

Kondisi ini bukan terjadi karena ada rasa tidak percaya diri terhadap tubuhnya, tetapi umumnya lantaran anak merasakan cemas atau takut mengonsumsi makanan.

Sebagai contohnya anak yang takut untuk mengonsumsi makanan karena takutnya mengalami tersedak

Anak akan sangat membatasi jumlah dan jenis makan yang akan dikonsumsi, akibatnya sang buah hati akan kekurangan asupan kalori hingga alami gangguan tumbuh kembang.

Share this Article
Reading: Gemas Saat si Kecil Lakukan GTM? Ketahui Penyebab dan Cara Atasi Dengan 4 Tips Ini Yuk!