6. Bangun Menara dan Ceritakan
Fokus stimulasi: Genggaman, koordinasi, pemecahan masalah, kosakata ukuran/posisi, narasi awal.
Alat: Balok besar atau kotak ringan.
Cara bermain: Bangun menara secara bergiliran. Setiap kali meletakkan balok, beri kata yang relevan: “di atas”, “lebih tinggi”, “balok panjang”. Jika menara roboh, respons dengan netral: “Menaranya jatuh. Mau bangun lagi atau buat yang baru?” Setelah terbentuk, ajak anak memberi fungsi imajinatif: rumah, garasi, atau jembatan.
Variasi: Anak kecil menumpuk dua sampai tiga benda. Anak lebih besar dapat membuat struktur berdasarkan cerita sederhana.
Catatan keamanan: Gunakan balok cukup besar, ringan, dan tidak tajam. Jangan membangun terlalu tinggi di dekat wajah.
7. Dorong Mobil, Buat Suara dan Cerita
Fokus stimulasi: Koordinasi tangan, pelacakan visual, imitasi suara, kata kerja dan urutan cerita.
Alat: Mobil mainan berukuran aman atau benda beroda yang sesuai usia.
Cara bermain: Buat jalur pendek. Dorong mobil bergiliran sambil memakai kata “jalan”, “cepat”, “pelan”, “berhenti”, “belok”. Ikuti suara yang dibuat anak, lalu tambahkan satu unsur bahasa: “Brum! Mobil berhenti di toko.”
Variasi: Gunakan kotak sebagai garasi atau buat dua tujuan berbeda agar anak memilih.
Catatan keamanan: Pastikan mainan tidak memiliki roda atau komponen kecil yang mudah terlepas.
8. Masuk-Keluar Kotak
Fokus stimulasi: Membungkuk, menjangkau, koordinasi, konsep spasial dan preposisi.
Alat: Kotak besar terbuka dan beberapa benda aman.
Cara bermain: Ajak anak memasukkan benda “ke dalam”, mengeluarkan “ke luar”, menaruh “di atas”, atau “di samping”. Biarkan anak mengubah aturan dan beri bahasa pada idenya. Untuk anak yang suka bergerak, gunakan kotak besar sebagai tujuan membawa benda dari satu titik ke titik lain.
Variasi: Tambahkan kategori seperti hewan masuk kotak A dan kendaraan kotak B.
Catatan keamanan: Kotak harus stabil, tanpa staples atau tepi tajam. Jangan menutup anak di dalam kotak.
9. Ikuti Pemimpin Gerak
Fokus stimulasi: Motorik kasar, imitasi, memori kerja sederhana, kata kerja.
Alat: Tanpa alat.
Cara bermain: Bunda menjadi pemimpin selama satu menit: berjalan jinjit, merentangkan tangan, jongkok, atau merangkak sesuai kemampuan anak. Lalu anak menjadi pemimpin dan orang tua meniru. Gunakan komentar deskriptif alih-alih koreksi: “Sekarang kamu bergerak pelan seperti kura-kura.”
Variasi: Tambahkan dua gerakan berurutan untuk anak lebih besar atau tema hewan untuk memperkaya kosakata.
Catatan keamanan: Pilih gerakan aman, hindari melompat dari furnitur, dan berhenti jika anak pusing atau lelah.
10. Tempel-Lepas Kertas
Fokus stimulasi: Kekuatan jari, koordinasi bilateral, perhatian visual, warna dan bentuk.
Alat: Potongan besar sticky note atau selotip kertas yang ditempel longgar oleh orang dewasa.
Cara bermain: Tempel beberapa potongan pada permukaan vertikal yang aman. Anak melepas satu per satu lalu menempel kembali pada area yang ditentukan. Gunakan kata “tarik”, “lepas”, “tempel”, “atas”, “bawah”, dan nama warna.
Variasi: Buat pola sederhana atau minta anak memilih lokasi berdasarkan petunjuk.
Catatan keamanan: Gunakan potongan besar dan awasi agar bahan tidak masuk mulut. Hindari permukaan yang dapat rusak.