6. Cocokkan Kaus Kaki
Fokus stimulasi: Kognitif + visual + kemandirian
Alat: 4–6 pasang kaus kaki.
Cara bermain: Campur kaus kaki bersih dan minta anak mencari pasangan berdasarkan warna atau pola. Setelah cocok, letakkan berdampingan dan sebutkan cirinya.
Variasi: Urutkan dari kecil ke besar atau bantu memasukkan ke laci.
Keamanan: Jangan menjadikan kesalahan sebagai bahan ejekan; arahkan dengan pertanyaan pengamatan.
7. Bola Masuk Keranjang
Fokus stimulasi: Motorik kasar + koordinasi + konsep jarak
Alat: Bola lembut dan keranjang.
Cara bermain: Letakkan keranjang pada jarak yang mudah. Anak melempar atau menggulirkan bola. Setelah berhasil, ubah sedikit posisi dan gunakan kata dekat-jauh, depan-belakang.
Variasi: Bermain bergiliran atau gunakan dua ukuran bola.
Keamanan: Gunakan bola lembut dan jauhkan benda pecah belah.
8. Apa yang Hilang?
Fokus stimulasi: Memori + bahasa
Alat: 3–5 benda familiar dan kain.
Cara bermain: Tunjukkan benda, tutup dengan kain, lalu diam-diam ambil satu. Buka kain dan tanyakan, “Apa yang hilang?” Bila sulit, beri pilihan.
Variasi: Tambah jumlah benda secara bertahap atau biarkan anak yang menyembunyikan.
Keamanan: Sesuaikan jumlah benda agar permainan tidak membuat anak frustrasi.
9. Misi Dua Langkah di Rumah
Fokus stimulasi: Bahasa reseptif + fungsi eksekutif + kemandirian
Alat: Benda rutinitas rumah.
Cara bermain: Berikan misi nyata: “Ambil handuk lalu taruh di kursi.” Setelah anak berhasil, ucapkan kembali urutannya. Aktivitas sehari-hari membuat bahasa memiliki tujuan yang jelas.
Variasi: Anak lebih besar dapat mengikuti tiga langkah atau merencanakan urutan sendiri.
Keamanan: Hanya gunakan benda dan area yang aman dijangkau anak.
10. Tiru Wajah dan Suara
Fokus stimulasi: Bahasa + oral motor alami + sosial-emosi
Alat: Cermin aman opsional.
Cara bermain: Buat ekspresi senang, kaget, mengantuk, lalu ajak anak meniru dan menamai emosi. Tambahkan suara hewan atau bunyi kendaraan dalam konteks bermain.
Variasi: Buat cerita singkat: “Kucingnya kaget karena…” dan tunggu respons anak.
Keamanan: Tidak perlu latihan gerak mulut yang dipaksakan. Fokus pada komunikasi, imitasi, dan kesenangan bersama.
Cara Menyesuaikan Permainan Berdasarkan Usia
| Rentang usia | Prinsip penyesuaian | Contoh permainan |
| 12–24 bulan | Satu langkah, durasi sangat fleksibel, benda besar, banyak imitasi dan bahasa sederhana. | Pindahkan benda, bola ke keranjang, tiru wajah dan suara. |
| 2–3 tahun | Satu–dua langkah, pilihan terbatas, pengulangan, mulai mengelompokkan dan bergiliran. | Menara bergiliran, pindahkan air, berburu warna, kaus kaki. |
| 3–4 tahun | Dua langkah, cerita pendek, problem solving sederhana, gerak lebih terencana. | Cerita tiga gambar, jalan garis, apa yang hilang, misi rumah. |
| 4–6 tahun | Instruksi lebih kompleks, perencanaan, anak dapat menjadi pemimpin permainan. | Tebak petunjuk, cerita, misi tiga langkah, klasifikasi lebih rinci. |
Usia pada tabel adalah panduan praktis, bukan standar diagnosis. Kemampuan anak dapat berbeda antar-domain. Sesuaikan tantangan agar cukup menarik tetapi tidak membuat anak kewalahan.