
4. Memantau kondisi siswa, bukan hanya presensi
Guru dapat melakukan check-in singkat: apakah anak sehat, memiliki akses belajar, dan membutuhkan bantuan. Kehadiran daring tidak boleh menjadi satu-satunya indikator keberhasilan.
5. Menyiapkan sekolah sebelum tatap muka kembali
Sekolah perlu mengikuti arahan pemerintah terkait pembersihan lingkungan. Abu yang mengendap perlu ditangani dengan cara yang meminimalkan debu beterbangan dan sekolah harus memantau informasi BPBD, BMKG, serta dinas pendidikan.
Peran Orang Tua: Bukan Menjadi Guru Pengganti
Selama PJJ, peran orang tua adalah membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan anak belajar, bukan mengambil alih pekerjaan guru. Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang mengimbau orang tua mendampingi, mengawasi proses belajar, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker medis atau respirator bila harus keluar.
1. Buat satu area belajar yang sederhana
Tidak perlu meja khusus yang sempurna. Pilih sudut yang cukup terang, minim distraksi, dan mudah diawasi.
2. Gunakan ritme belajar–istirahat
Pecah sesi belajar sesuai usia. Sisipkan waktu bergerak, minum, makan, dan beristirahat agar anak tidak duduk di depan layar terlalu lama.
3. Batasi aktivitas di luar rumah
Ikuti arahan daerah mengenai kualitas udara dan abu. Tutup akses yang membuat abu mudah masuk dan jangan mengajak anak bermain di luar ketika paparan masih menjadi perhatian.
4. Bantu anak memahami situasi tanpa menakut-nakuti
Jelaskan bahwa belajar dari rumah adalah cara menjaga kesehatan sementara. Hindari memutar video erupsi berulang-ulang bila membuat anak cemas.
5. Sampaikan kendala kepada guru
Jika internet bermasalah, anak sakit, atau keluarga terdampak langsung, komunikasikan kepada wali kelas. PJJ yang baik membutuhkan fleksibilitas dua arah.