3. Terapkan “Back to Sleep” untuk Semua Tidur
Cegah penggulungan posisi menyebabkan risiko gangguan pernapasan atau SIDS—letakkan bayi selalu tidur telentang untuk baik tidur malam maupun siang.
Jika bayi bisa membalik sendiri (biasanya setelah usia 5–6 bulan), cukup biarkan ia memilih posisi, namun saat meletakkan bayi, tetap punggung di bawah.
4. Buat Kamar Bayi Senyaman Kamar Tidur Bunda
Letakkan kasur bayi di dalam kamar orang tua—bukan sekamar, tapi dalam jarak aman—agar Bunda cepat tanggap jika bayi terbangun.
Rekomendasi AAP menyebut, melakukan room-sharing tanpa bed-sharing hingga usia 6 bulan bisa menurunkan risiko SIDS hingga 50%.
5. Tangani Bangun Tengah Malam dengan Tenang
Saat si kecil terbangun, bersikaplah tenang:
-
Matikan lampu kamar utama, cukup lampu redup.
-
Hindari bicara keras; tujuannya agar bayi kembali tidur, bukan terbangun total.
-
Hindari merespon berlebihan—cukup peluk, ganti popok, beri ASI/susu jika lapar.
6. Konsisten dengan Naptime (Tidur Siang)
Bayi membutuhkan beberapa kali tidur siang dalam sehari tergantung usia, total durasi tidur harian bisa mencapai 12–16 jam termasuk malam.
Ajak tidur siang pada waktu yang sama misalnya pagi pukul 09.30–10.00, dan sore pukul 14.00.