Kejam! Polwan di Mojokerto Tega Membakar Suaminya Hidup-Hidup, Begini Kronologinya

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Kejam! Polwan di Mojokerto Tega Membakar Suaminya Hidup-Hidup, Begini Kronologinya

3. Usahakan Jadi Pendengar yang Baik

Komunikasi merupakan cara yang positif bagi pasangan untuk mengatasi masalah rumah tangga.

Hal ini bertujuan agar Bunda dan pasangan bisa mencapai penyelesaian secara damai.

Sebuah studi dalam Global Journal of Health Science (2014) juga menyebutkan bahwa menjadi pendengar yang baik sama pentingnya dengan mengekspresikan diri Bunda apa adanya.

Dengan saling mendengarkan dan tidak memotong perkataan pasangan, Bunda berdua bisa menyelesaikan konflik keluarga dengan cara yang baik.

4. Akui Perbedaan Pendapat dan Selesaikan Baik-baik

Perbedaan dan kesalahpahaman merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan rumah tangga.

Baca Juga  Alami Krisis Listrik dan BBM, Bayi-bayi Prematur di Gaza yang Bergantung di Inkubator Terancam

Kedua pihak harus belajar berdiskusi dengan menggunakan kata-kata yang membangun.

Setiap orang bertanggung jawab terhadap respons yang diberikan. Perhatikan reaksi Bunda saat berargumen, apakah bertujuan untuk memberikan solusi atau membalas pasangan?

Tentu, sebenarnya ada beberapa permasalah sepele yang tidak perlu diributkan.

Meminta maaf pada pasangan dapat menjadi langkah awal yang tepat saat Bunda berbuat kesalahan.***

TAGGED:
Share this Article
Reading: Kejam! Polwan di Mojokerto Tega Membakar Suaminya Hidup-Hidup, Begini Kronologinya