Reading: Pray for NTT: Melindungi Balita, Anak, dan Perempuan Saat Bencana—Mengapa Nutrition in Emergency Tidak Boleh Terlambat

Pray for NTT: Melindungi Balita, Anak, dan Perempuan Saat Bencana—Mengapa Nutrition in Emergency Tidak Boleh Terlambat

Syafaria Hadyandari
10 Min Read
Perlindungan balita anak dan ibu saat bencana NTT
Perlindungan balita anak dan ibu saat bencana
Prioritas nutrition in emergency untuk bayi balita dan ibu
Prioritas nutrition in emergency untuk bayi balita dan ibu

Mengapa Balita Paling Rentan Saat Bencana?

Balita sedang berada dalam fase pertumbuhan cepat. Mereka membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup, tetapi kapasitas makan masih terbatas. Ketika keluarga kehilangan dapur, air bersih, bahan pangan, atau akses posyandu dan puskesmas, kualitas serta frekuensi makan dapat turun. Diare, demam, dan infeksi saluran pernapasan juga dapat memperburuk status gizi.

1. Pertahankan pemberian makan bayi yang aman

Untuk bayi yang menyusu, dukungan terhadap ibu menjadi prioritas. UNICEF dalam respons bencana di Indonesia menekankan bahwa menyusui merupakan sumber makanan yang aman, bergizi, dan dapat diandalkan bagi bayi, terutama ketika air bersih dan sanitasi terganggu. Ibu membutuhkan ruang yang aman, dukungan psikososial, makanan dan cairan yang cukup, serta konseling bila mengalami kesulitan.

Baca Juga  Membela Anak Meski Salah, Gaya Parenting Ibunda Ronald Tannur Jadi Sorotan

2. Jangan membagikan susu formula secara sembarangan

Donasi formula, botol, atau produk pengganti ASI sebaiknya tidak didistribusikan bebas. Bayi yang memang memerlukan pengganti ASI membutuhkan asesmen, pasokan yang berkelanjutan, air aman, cara persiapan higienis, dan pemantauan tenaga terlatih. Bantuan yang tidak terkoordinasi dapat menciptakan risiko baru.

3. Jaga MPASI tetap aman dan sesuai usia

Anak usia 6–23 bulan tetap membutuhkan makanan pendamping yang cukup energi dan zat gizi. Dalam pengungsian, pilihan bahan mungkin terbatas. Prioritasnya adalah makanan yang sesuai usia, mudah dikonsumsi, aman, tidak basi, dan dibuat dengan air serta peralatan yang higienis.

4. Lakukan skrining dan rujukan gizi

Anak yang tampak sangat kurus, lemas, sulit makan, mengalami pembengkakan pada kedua kaki, atau terus sakit perlu segera dinilai tenaga kesehatan. Sistem NiE juga membutuhkan pemantauan dan tata laksana wasting atau gizi akut agar kasus berisiko tidak terlambat ditangani.

Baca Juga  Jangan Tunggu Bisa Bicara! Ini Alasan Bunda Perlu Membacakan Buku Sejak Bayi
Share this Article
Reading: Pray for NTT: Melindungi Balita, Anak, dan Perempuan Saat Bencana—Mengapa Nutrition in Emergency Tidak Boleh Terlambat