HALLOBUNDA.CO – Bunda, pernahkah melihat si kecil asyik bermain pasir, air, atau tepung?
Meskipun terlihat berantakan, aktivitas seperti itu ternyata punya manfaat besar untuk tumbuh kembang anak, lho! Itulah yang disebut sebagai sensory play, atau permainan sensorik.
Sensory play adalah kegiatan bermain yang merangsang satu atau lebih pancaindra anak seperti sentuhan, penciuman, pendengaran, penglihatan, dan perasa.
Meski terlihat sederhana, sensory play memiliki dampak luar biasa dalam membantu perkembangan otak, keterampilan motorik, dan kemampuan bahasa anak.
Kenapa Sensory Play Penting?
- Merangsang koneksi otak – Aktivitas ini membantu anak mengembangkan jalur saraf yang penting untuk belajar.
- Melatih motorik halus dan kasar – Seperti saat meremas adonan atau menuang air.
- Mendukung perkembangan bahasa – Anak belajar mendeskripsikan tekstur, warna, dan suara.
- Membantu regulasi emosi – Bermain pasir atau air bisa jadi cara menenangkan anak.
- Meningkatkan kreativitas dan problem-solving – Anak belajar bereksperimen dan mengeksplorasi.
Contoh Sensory Play yang Bisa Dilakukan di Rumah
- Bermain tepung, beras berwarna, atau pasir kering
- Bermain air dengan wadah dan sendok
- Bermain playdough atau slime homemade
- Eksplorasi alam: daun, batu, tanah
- Bermain alat musik sederhana atau suara dari benda sekitar
- Menebak bau dan rasa dari buah atau rempah