Jika hanya disuntik sekali, maka kekebalan bisa saja naik, namun nantinya akan turun juga.
Jadi setelah diimunisasi berulang-ulang kali justru kekebalannya akan tetap tinggi, jika ada narasi kalau sering imunisasi berbahaya untuk anak itu tidak betul.
Menurut para peneliti juga masalah kelengkapan imunisasi pada sang buah hati perlu untuk menjadi perhatian bersama. Tidak hanya pada orang tua saja, namun juga keluarga besar lainnya.
Sebab, bila sang buah hati tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap, maka dirinya akan rentan untuk terinfeksi dari penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
4 Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi
Berikut ada beberapa penyakit yang dapat dicegah jika melakukan imunisasi, di antaranya:
1. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan infeksi virus pada hati yang dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis.
Virus hepatitis B ditularkan dari satu orang ke lainnya lewat darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya yang terkontaminsasi virus.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan berisiko tinggi untuk tertular penyakit tersebut.
Infeksi hapatitis B dapat dicegah dengan vaksin hepatitis B yang diberikan sebanyak 5 kali.
Pertama, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah lahir, lalu saat bayi berumur dua, tiga, empat bulan, dan sekali lagi pada sekitar usia 18 bulan.
2. TBC
TBC merupakan infeksi bakteri yang menyerang paru-paru, berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau yang biasa disebut WHO, pada tahun 2015 Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia.
Salah satu cara untuk mencegah penyakit TBC yakni dengan memberikan imunisasi BCG.
Pemberian vaksinasi BCG ini hanya satu kali pada si Kecil yang usianya di bawah dua bulan.
Jika si Kecil sudah berumur lebih dari tiga bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Jika hasil tuberkulin negatif, vaksin BCG dapat diberikan.