2. Menyimpan Pil di Suhu yang Tidak Sesuai
Cara kerja sekaligus kadar pil tersebut dapat mengalami perubahan ketika menyimpannya di ruangan dengan suhu yang berubah-ubah.
Kebanyakan Bunda mungkin membawa-bawa pil tersebut di dalam tasnya, namun saat ditaruh di dalam mobil, bisa sjaa suhu berubah panas.
Lalu, tas berisi pil itu tadi dibawa ke ruangan bersuhu dingin, khasiatnya bisa jadi turun lantaran perubahan drastis suhu penyimpanan ini.
Bahkan lantaran suhu ruangan penyimpanan yang berubah-ubah seperti itu mampu meningkatkan risiko ketidakaktifan pil itu.
3. Memakan Makanan yang Tidak Boleh
Ada sejumlah makanan tertentu yang dapat jadi pemicu walau sudah gunakan pil KB, seperti misalnya produk olahan susu, ubi jalar, kacang kedelai, serta licorice.
Makanan tersebut rupanya malah dapat menjadi sebuah penurunan khasiat yang terkandung di dalam pil tersebut.
Mengonsumsi makanan-makanan itu secara berlebihan adalah faktor peningkat risiko kebobolan, namun menhonsumsinya dalam jumlah sedikit, maka tak ada masalah.
4. Konsumsi Obat Lain
Kebobolan meski sudah menggunakan pil tersebut dapat dipicu adanya jenis obat lain yang digunakan secara bersamaan dengan pil KB.
Ada interaksi obat yang dapat terjadi ketika dua jenis obat berbeda digunakan di waktu yang sama, kinerja fungsi dan manfaat pil bisa berubah apabila minum obat lain.
Maka dari itu, segera konsultasikan ke dokter jika Bunda sedang sakit dan perlu minum obat tertentu dalam kondisi menggunakan obat tersebut.
5. Merokok
Kebobolan saat meminum pil tersebut juga dapat dipicu oleh kebiasaan Bunda yang buruk misalnya merokok.
Kandungan estrogen pada pil yang ditambah dengan efek bahaya nikotin rokok dapat meningkatkan risiko stres pada pembuluh darah.
Bahkan hal tersebut juga turut membuat efek pil tersebut tidak akan aktif lagi, atau bisa dikatakan tidak mempan.***