2. Sampaikan Secara Singkat dan Jelas
Apabila Bunda menyampaikan sesuatu terlalu lama atau terlalu detail, anak justru jadi lebih mudah kehilangan fokus.
Alih-alih menjelaskan terlalu panjang, atur informasi yang Bunda hendak sampaikan jadi lebih singkat dan jelas.
3. Perhatikan Cara Penyampaian
Anak-anak akan lebih mudah mendengarkan jika Bunda melibatkan lebih dari sekadar pendengaran mereka. Bunda bisa menggunakan pendekatan visual dan taktil juga untuk menarik perhatian Si Kecil.
“Sebagai contoh, pastikan Bunda melakukan kontak mata langsung saat berbicara dan letakkan tangan di bahu anak. Dengan cara ini, anak lebih fokus pada apa yang orang tua katakan,” ungkap Margret Nickels, PhD, dari Erikson Institute di Chicago.
4. Jangan Mengulang-ulang Kata yang Sama
Bunda merasa lelah karena seperti mengulang-ulang kata-kata yang sama berulang kali? Cobalah untuk berhenti.
Bisa jadi anak terbiasa menunggu sampai Bunda mengulang perintah lebih dari satu kali untuk mau benar-benar mendengarkan.
Bagi anak, ucapan yang diulang-ulang sangat mungkin untuk diabaikan.
Anak cenderung akan lebih mendengarkan jika mereka memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang jelas.
Berikan instruksi dengan jelas dan maksimal hanya dua kali saja, lalu pastikan untuk menegakkan konsekuensi jika mereka tidak mengikuti instruksi tersebut.
5. Ambil Waktu Menenangkan Diri Jika Perlu
Jika Bunda merasa emosi sudah mulai naik dan seakan kehilangan kendali, berhentilah sejenak.
Ambil jeda untuk diri sendiri misalnya dengan menjauh sekitar 30 menit, baru kemudian coba berbicara lagi.
Pergi ke ruangan yang berbeda, ‘dinginkan’ kepala dan merenung sejenak.
Hal ini membantu menghindari konfrontasi yang bisa membuat suasana semakin tegang.