Cara Mencegah Overstimulation pada Bayi
1. Kenali Batas Kemampuan Bayi
Amati respons bayi saat bermain. Jika mulai menghindari kontak mata, menguap, atau merengek, itu tanda ia butuh istirahat.
2. Atur Jadwal Stimulasi dan Istirahat
Jangan ajak bayi bermain terus-menerus. Selingi waktu bermain dengan waktu tenang, menyusui, atau tidur.
3. Batasi Paparan Layar dan Suara Bising
Jauhkan bayi dari TV, musik keras, atau keramaian terlalu lama. Pilih lingkungan yang tenang, terutama menjelang tidur.
4. Sederhanakan Aktivitas
Satu mainan atau satu aktivitas dalam satu waktu sudah cukup. Tidak perlu semua dimainkan sekaligus. Pilih yang sesuai usia bayi.
5. Bangun Rutinitas Harian
Bayi akan merasa lebih aman dan nyaman saat punya rutinitas, misalnya waktu bermain, makan, mandi, dan tidur yang teratur.
Apa Kata Ahli?
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs American Academy of Pediatrics (AAP), bayi butuh stimulasi yang cukup tapi tidak berlebihan.
Terlalu banyak rangsangan dapat menyebabkan stres dan gangguan tidur. Penting bagi orang tua untuk memahami sinyal bayi dan memberi waktu pemulihan yang cukup.
Bunda, memberikan stimulasi pada bayi memang penting, tapi jangan lupa bahwa istirahat juga bagian dari stimulasi yang sehat.
Ketika Bunda peka terhadap sinyal bayi dan menyeimbangkan waktu bermain dengan waktu tenang, tumbuh kembang si kecil akan berlangsung optimal—tanpa perlu terburu-buru.
Ingat, bayi tidak butuh banyak hal, ia hanya butuh cukup—cukup perhatian, cukup stimulasi, dan cukup waktu untuk tenang.***