Tips Mengelola Emosi saat Anak Membangkang
1. Tarik Napas Dalam dan Jeda Sejenak
Ketika Bunda mulai emosi, ambil jeda 5–10 detik untuk tarik napas dalam. Ini memberi waktu untuk merespon, bukan bereaksi. Tenang bukan berarti lemah, tapi tanda kontrol diri yang luar biasa.
2. Turunkan Suara, Jangan Tinggikan Nada
Respon dengan suara pelan dan tegas. Saat suara Bunda tenang, anak akan lebih mudah mendengarkan dibanding saat kita berteriak.
3. Gunakan Kalimat Positif dan Tegas
Alih-alih berkata, “Jangan lari-lari!”, coba ganti dengan “Ayo jalan pelan-pelan, supaya tidak jatuh.” Anak lebih memahami perintah positif yang jelas.
4. Validasi Emosi Anak, Tapi Tetap Beri Batasan
Contoh: “Bunda tahu kamu kesal karena nggak boleh main, tapi sekarang waktunya tidur.” Anak merasa dimengerti, tapi tetap diarahkan.
5. Jangan Anggap Pribadi
Bunda, ingat: anak bukan “melawan Bunda”, tapi sedang belajar mengungkapkan perasaan. Jangan ambil hati semua kata atau sikapnya saat marah.
6. Evaluasi Setelah Emosi Reda
Setelah semuanya tenang, ajak anak bicara: “Tadi kamu marah ya? Kita bisa cari cara lain lho untuk bilang itu.” Ini bantu anak belajar refleksi dan komunikasi.