Karena rahim yang tampaknya bisa berfungsi dengan baik, tim medis berharap pasien bisa sang buah hati yang sehat.
Akan tetapi, transplatasi rahim ini tidaklah bersifat permanen, setelah satu atau dua kehamilan, rahim harus segera diangkat melalui proses pembedahan.
Hal ini dilakukan untuk menghindari ketergantungan seumur hidup pada obat-obatan, yaitu imunosupresif yang diperlukan untuk mencegah tubuh menolak rahim yang telah ditransplantasikan tersebut.
Tak hanya itu saja, metode transplantasi ini masih dianggap sebagai operasi eksperimental di seluruh dunia.
Diketahui transplantasi rahim pertama kali yang berhasil melahirkan sang buah hati dilakukan di Swedia pada tahun 2014.
Tak berhenti sampai di situ, beberapa negara lain juga berhasil melakukannya seperti Inggris, Jerman, dan India.
Jangan lupa juga jika Bunda ingin segera melakukan transplatasi ini, prosedurnya sangatlah mahal.
Namun, bagi Bunda yang kesuburannya bermasalah tapi menginginkan memiliki anak kandung.
Cara ini merupakan satu-satunya pilihan Bunda yang sudah sangat segera menginginkan sang buah hati.
Setelah membahas keberhasilan transplatasi rahim yang dilakukan oleh negeri Gingsen itu, Bunda juga perlu mengetahui cara pengobatan sindrom MRKH.
Pengobatan Sindrom MRKH
Dikutip dari situs Cincinnati Childrens, karena sindrom MRKH berdampak pada anatominya, beberapa orang lebih memilih untuk memanjangkan vagina.
Terapi dilatasi MRKH juga seringkali merupakan langkah pertama dalam pengobatan sindrom tersebut.
Risikonya sangat rendah, orang dapat mencoba memanjangkan vagina baik melalui dilator atau melalui pelebaran koitus.