Hipotalamus melepaskan hormon GnRH, lali hormon tersebut memberi sinyal kepada kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon perangsang folikel dan hormon luteinizing.
Baik hormon folikel dan hormon luteinizing sama-sama merangsang pertumbuhan telur di ovarium wanita dan pertumbuhan sperma pria..
Apabila HPA hanya sibuk menangani emosional manusia yang sedang tidak baik maka hal ini dapat mengubah cara kerja hormon yang bertugas untuk menangani reproduksi sehingga sebabkan ketidaksuburan.
Tak hanya itu saja, jika lelaki mengalami emosional yang tak baik dapat juga memperlambat program kehamilan pasangan.
Sebab saat mengalami hal tersebut, produksi hormon testosteron dan sperma pria juga akan ikut menurun kualitasnya.
3 Tips Atasi Stres Saat Sedang Promil
Dikutip dari situs Dailymail, ada sebuah penelitian membuktikan bahwa stres dapat menurunkan peluang terjadinya pembuahan di masa subur.
Seorang wanita yang sedang mengalami emosional yang tak baik peluang kehamilannya menurun hingga 12%.
Penelitian tersebut melibatkan 274 perempuan berusia 18-44 tahun yang sedang berusaha untuk mendapatkan keturunan.
Responden tersebut tak berhubungan seks maupun menjalani terapi kesuburan dalam 3 siklus menstruasi sebelumnya.
Berdasarkan pemeriksaan air, peneliti menemukan bahwa wanita yang pada masa suburnya memiliki kadar enzim alfa-amilase paling tinggi.
Enzim tersebut merupakan indikator tingkat adrenalin, yang meningkat saat sedang mengalami kegelisahan.
Peluang kehamilan 12% lebih kecil saat sedang mengalami emosional yang tak baik akan mempengaruhi gairah seks pasutri.
Berikut cara mengatasi stres saat melakukan program hamil, di antaranya: