RUU KIA Telah Disahkan, Working Mom Berhak Dapatkan Cuti Melahirkan Sampai 6 Bulan

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
RUU KIA Telah Disahkan, Working Mom Berhak Dapatkan Cuti Melahirkan Sampai 6 Bulan

3. Berolahraga Secara Teratur

Ada banyak manfaat olahraga untuk kesehatan ibu hamil dan janin, antara lain:

  • Mengatasi ketegangan pada persendian selama kehamilan
  • Meningkatkan peluang untuk melahirkan secara normal
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Meningkatkan stamina ibu hamil
  • Melindungi ibu hamil dari komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan diabetes gastasional
  • Meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur

Olahraga yang bisa menjadi pilihan untuk ibu hamil adalah berjalan, berenang, yoga, atau pilates.

Agar lebih aman, Bumil bisa memilih kelas khusus ibu hamil atau sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum mulai rutin olahraga.

Baca Juga  Bunda Wajib Tahu! Ini 6 Buah Mengandung Vitamin E yang Membantu Perlancar Promil

4. Mengelola Stres dengan Baik

Sebagian besar wanita mungkin sering mengalami perubahan suasana hati selama hamil, bahkan bisa merasa stres, mudah marah, atau cemas.

Namun, di lain waktu juga bisa merasa senang dan bahagia. Hal tersebut sebenarnya wajar terjadi sebab adanya perubahan hormonal selama kehamilan.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk bercerita tentang perasaan Bumil dengan pasangan atau kerabat dekat.

Jika tidak memungkinkan, Bumil bisa mencoba teknik relaksasi untuk meredakan stres, seperti latihan pernapasan atau yoga.

5. Menghindari Alkohol, Rokok, dan Asupan Kafein

Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, Bumil juga perlu menghindari sepenuhnya minuman beralkohol dan rokok.

Pasalnya, mengonsumsi minuman beralkohol jenis apa pun selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir mati.

Baca Juga  5 Rahasia Nutrisi Ibu Hamil: Kunci Janin Sehat dan Tumbuh Optimal

Selain itu, kebiasaan merokok selama hamil juga bisa membuat janin kekurangan oksigen dan menghambat pertumbuhannya.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko keguguran, cacat lahir, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

Konsumsi kafein selama hamil juga lebih baik dibatasi. Jika sebelum hamil sudah terbiasa mengonsumsi kopi, Bumil masih bisa mengonsumsi tidak lebih dari 200 mg kafein per hari atau sekitar satu cangkir kopi.

Namun, perlu diingat bahwa kafein tidak hanya berasal dari kopi saja, lho, tetapi juga cokelat, teh, dan minuman energi.***

Share this Article
Reading: RUU KIA Telah Disahkan, Working Mom Berhak Dapatkan Cuti Melahirkan Sampai 6 Bulan