Kadang toxic parents ini mereka melakukan bertujuan untuk bentuk kecintaanya, tapi sebenarnya justru yang dilakukan adalah hal yang sangat keterbalikannya.
Jadi justru sedikit demi sedikit malah menyakiti dan meracuni si anak.
Misalnya orang tua yang beracun ini tidak bisa memiliki empati pada si anaknya, memiliki target dan memiliki cita-cita yang tinggi pada si anak tapi tidak diiringi dengan apresiasi.
Justru ketika si Kecil melakukan kesalahan sedikit saja marah-marah, membentak si anak, orang tua biasanya sangat perhitungan kepada si anak dengan mengungkit-ngungkit.
Kemudian ketika si anak gagal melakukan sesuatu justru tidak di motivasi untuk memperbaiki kesalahannya, ‘tuhkan bunda juga bilang apa, kamu tuh emang bodoh, begini aja ga bisa kan’.
Orangtua yang toxic parents ini umumnya tidak menghargai privasi anak kalau mengambil keputusan tentang hal-hal yang berhubungan dengan anak.
Dikutip dari situs healthline.com toxic parent merupakan orang tua secara konsisten berperilaku membuat anak merasa bersalah, ketakutan, trauma dan lebih mementingkan kebutuhan diri sendiri.
Orang tua memang telah berkorban banyak untuk masa depan anak, namun tentu saja anak diperbolehkan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.
4 Tanda-tanda Orang Tua Sudah Menjadi Toxic Parents

Hindari memaksa anak untuk menjadi apa yang orang tua inginkan. Karena jika hal ini sudah dirasakan oleh anak sejak kecil, maka anak akan rentan terhadap stres karena hidupnya terbebani.
Toxic parents memiliki tanda-tanda berikut:
1. Menelantarkan Kebutuhan Emosional Anak
Dalam mengasuh anak, peran orang tua tidak hanya memberikan makan, minum dan kebutuhan materi lainya. Tapi, juga kebutuhan emosional yang perlu dikembangkan, agar anak bisa belajar mengendalikan emosi diri sendiri.
Toxic parent akan menelantarkan kebutuhan emosional anak. Misalnya, terlalu sibuk sehingga anak tidak pernah diajak ngobrol, nggak tahu teman anaknya, nggak tahu gurunya, nggak tahu mata pelajaran kesukaannya.