Anak tidak diberikan kelembutan kasih sayang, tidak diberi perhatian sehingga ketika dewasa kosong jiwanya.
2. Terlalu Pedas Mengkritik
Dalam tumbuh kembang anak menjadi proses belajar panjang yang dilewati. Wajar jika si Kecil melakukan kesalahan, harusnya hal tersebut menjadi peran mereka untuk memperbaiki atau mengkritisi kesalahan.
Namun, jika berlebihan dalam memberi kritik dapat mengikis percaya diri dan merusak mental anak. Hal tersebut biasanya sering dilakukan oleh orang tua beracun.
3. Tidak Empati
Saat anak tidak mampu memenuhi standar, toxic parent tidak akan berempati malah menyalahkan anaknya dan dianggap tidak mampu. Alangkah baiknya, orang tua tidak berlaku demikian terhadap si Kecil.
Berikan empati atau suport pada anak jika telah melakukan hal baru. Jika Ayah Bunda selalu memberikan suport maka anak memiliki percaya diri yang tinggi dan dapat meningkatkan semangat untuk terus belajar.
4. Menjauhkan Anak Dengan Lingkungan Sosial
Toxic parent akan membatasi atau mengekang anak agar tidak berteman atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Menyuruh anak di rumah saja tanpa boleh kemana-mana.
Membatasi kesempatan anak untuk bersosialisasi dan menemukan pengalaman baru. Jika perlakuan ini terus dibiarkan dapat menghambat perkembang jiwa sosial dan emosi anak.
Menjadi Ayah Bunda itu cukup menantang, dan tidak ada orang tua yang sempurna dalam mendidik.
Dalam mengasuh anak, perlu untuk selalu bertanya pada diri sendiri, apakah yang ia lakukan tulus untuk anaknya atau untuk dirinya sendiri.
Sebab, sumber toxic adalah ketika Bunda menuntut anak untuk melakukan hal yang sebetulnya bukan untuk anak, melainkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Ayah Bunda perlu memperluas stok sabar setiap harinya, selalu belajar mengontrol emosi dan memiliki semangat untuk upgrade diri.
Semoga informasi yang disampaikan dapat membantu para Bunda mengenali bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk buah hati tercinta. Selamat Mencoba!!