Berikut beberapa tips tepat untuk mengatasi anak obesitas:

1. Terapkan Pola Makan yang Sehat
Sebagian orang tua kadang tidak menginginkan anaknya dibatasi dalam hal makanan, tapi jika terus dibiarkan akan merusak kesehatannya. Jadi, sebaiknya Bunda ajak si Kecil untuk mulai menjalankan pola makan sehat.
Pastikan anak mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari, membatasi asupan gula atau pemanis buatan, menghindari makanan cepat saji, dan siapkan porsi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Cara yang bisa Bunda gunakan untuk memperbaiki pola makan dengan memberikan dua kali makanan selingan. Artinya selain tiga kali makanan utama, si Kecil juga perlu makanan selingan sebanyak dua kali. Biasanya diberikan antara sarapan dan makan siang atau di antara makan siang dan makan malam.
Ciptakan pola makan teratur, biasakan si Kecil untuk makan teratur sesuai jadwal. Misalnya, sarapan antara pukul 06.00-07.00, makan siang antara pukul 12.00-13.00, dan makan malam antara pukul 18.00-19.00. Dan berikan beberapa pantangan, agar nutrisi si Kecil bisa terpenuhi dengan baik, sebaiknya Bunda memberikan beberapa pantangan untuknya.
Makanan dan minuman yang mengandung lemak jahat, tinggi gula, dan tinggi garam sebaiknya dibatasi konsumsinya. Berikanlah makanan tersebut hanya pada perayaan khusus, misalnya saat ulang tahun.
2. Jangan Biarkan Terlalu Lama Menggunakan Gadget
Paparan layar gadget yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan anak, mulai dari mengganggu penglihatan, mempengaruhi kesehatan mental, hingga menyebabkan kelebihan berat badan. Batasi waktu penggunaan gadget pada anak untuk mengurangi risiko obesitas.
Penggunaan gadget yang lebih lama dan aktivitas yang lebih sedikit akan menyebabkan lebih sedikit energi yang dikeluarkan oleh tubuh dan lebih banyak akan disimpan sebagai lemak. Dalam jangka panjang akan menyebabkan penumpukan lemak dan berujung pada kelebihan berat badan.
Kondisi obesitas pada anak bukanlah hal yang dapat disepelekan. Jika berbagai cara di atas belum efektif untuk mengatasi kondisi obesitas yang dialami si Kecil, Ayah dan Bunda bisa membawanya ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.