
5. Beri jeda agar anak punya kesempatan mencoba
Setelah memberi model, berhenti sejenak. Tatap anak dengan ekspresi hangat dan tunggu respons. Jika ia mencoba, tanggapi komunikasinya terlebih dahulu. Tidak setiap percobaan harus langsung dikoreksi. ASHA menyarankan orang tua tidak memotong ucapan anak hanya untuk memperbaiki bunyi; orang dewasa dapat mengucapkan bentuk yang benar ketika berbicara.
6. Gabungkan buku, gambar, dan permainan pura-pura
Buku bergambar dan permainan pura-pura menyediakan banyak kata tanpa membuat anak merasa dites. Saat melihat gambar sapi, misalnya, Bunda dapat mengatakan, “Sapi makan rumput,” lalu membiarkan anak berkomentar. Pada permainan memasak, gunakan kata seperti “potong”, “piring”, “sendok”, dan “panas”. Fokus utama tetap percakapan.
7. Rayakan keberanian berbicara, bukan hanya ketepatan bunyi
Berikan respons pada pesan anak: “Bunda mengerti kamu mau jus,” atau “Wah, kamu cerita tentang mobil tadi.” Jika setiap respons hanya menyoroti bunyi yang salah, anak dapat merasa berbicara adalah ujian. Kepercayaan diri dan kemauan berkomunikasi merupakan bagian penting dari proses belajar.
Bagaimana dengan Latihan Meniup atau Gerakan Lidah?
Aktivitas meniup gelembung, menjulurkan lidah, atau menggerakkan rahang dapat menjadi permainan, tetapi jangan menganggapnya otomatis memperbaiki bunyi bicara. Produksi ujaran adalah keterampilan yang spesifik. Jika anak memiliki kesulitan artikulasi atau fonologi, target terapi sebaiknya ditentukan setelah evaluasi oleh speech-language pathologist atau terapis wicara yang kompeten.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Orang Tua
Hindari menertawakan pengucapan, meniru kesalahan sebagai bahan bercanda, membandingkan dengan saudara, atau meminta anak mengulang sampai sempurna. Jangan pula menganggap semua kesalahan bunyi sebagai “cadel biasa” tanpa melihat usia dan pola perkembangannya. Bahasa yang digunakan di rumah juga perlu dipertimbangkan; perbedaan aksen atau pola bunyi antarbahasa bukan otomatis gangguan.
Kapan Ucapan Anak Perlu Dievaluasi?
Pertimbangkan berkonsultasi bila ucapan anak sangat sulit dipahami bahkan oleh orang yang sering bersamanya, kesalahan bunyi menetap tanpa kemajuan, anak tampak frustrasi atau menghindari bicara, atau terdapat kekhawatiran lain pada bahasa dan interaksi. ASHA mencantumkan bahwa pada usia 2–3 tahun, sulit dipahami bahkan oleh orang yang mengenal anak dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Pemeriksaan pendengaran juga penting. NIDCD menjelaskan bahwa gangguan pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa, dan tes pendengaran sering menjadi bagian dari evaluasi ketika ada kekhawatiran perkembangan komunikasi. Evaluasi profesional membantu membedakan variasi perkembangan, kesulitan artikulasi, pola fonologi, masalah pendengaran, atau kebutuhan lain.
Bantu Anak Terdengar Lebih Jelas Tanpa Mengurangi Keberanian Bicara
Stimulasi artikulasi sederhana tidak harus berbentuk sesi latihan khusus. Percakapan saat bermain, makan, membaca, mandi, dan bepergian sudah menyediakan banyak kesempatan untuk mendengar model bunyi yang jelas. Tanggapi makna terlebih dahulu, berikan contoh kata yang benar secara natural, dan beri waktu anak mencoba. Dengan cara ini, Bunda mendukung kejelasan ucapan sekaligus menjaga komunikasi tetap hangat dan menyenangkan.
Lanjutkan stimulasi sesuai kebutuhan si Kecil melalui artikel Hallo Bunda tentang Latihan Meniru Bunyi, Kata Pertama dan Kosakata, serta Red Flag Speech Delay.
FAQ (People Also Ask)
Apa itu artikulasi pada anak?
Artikulasi adalah proses menghasilkan bunyi ujaran menggunakan gerakan dan koordinasi organ bicara. Kejelasan ucapan juga dipengaruhi pola fonologi dan perkembangan komunikasi secara keseluruhan.
Apakah anak yang salah mengucapkan beberapa huruf pasti mengalami gangguan artikulasi?
Tidak. Penguasaan bunyi berkembang bertahap. Usia, jenis bunyi, pola kesalahan, keterpahaman ucapan, bahasa yang digunakan, dan kemajuan dari waktu ke waktu perlu dipertimbangkan.
Bagaimana cara mengoreksi ucapan anak tanpa membuatnya tertekan?
Tanggapi maksud anak terlebih dahulu, lalu ulangi kata atau kalimat dengan bentuk yang benar secara natural tanpa memaksa anak mengulang berkali-kali.
Apakah latihan meniup bisa membuat artikulasi lebih jelas?
Meniup dapat menjadi aktivitas bermain, tetapi bukan pengganti latihan ujaran yang menargetkan bunyi bicara. Intervensi perlu disesuaikan dengan hasil evaluasi.
Kapan pengucapan anak perlu diperiksa?
Pertimbangkan evaluasi jika ucapan sangat sulit dipahami, tidak menunjukkan kemajuan, menyebabkan frustrasi, atau disertai kekhawatiran bahasa, interaksi, maupun pendengaran.
Apakah bilingual menyebabkan gangguan artikulasi?
Menggunakan lebih dari satu bahasa tidak otomatis menyebabkan gangguan. Evaluasi harus mempertimbangkan pola bunyi pada semua bahasa yang digunakan anak.
Siapa yang dapat mengevaluasi masalah artikulasi?
Dokter anak dapat membantu penilaian awal. Evaluasi bicara dilakukan oleh profesional komunikasi seperti speech-language pathologist atau terapis wicara, dan audiolog dapat menilai pendengaran.

Subscribe to my channel