HALLOBUNDA.CO – Di zaman serba digital, peran orang tua ikut berubah. Yuk, jadi Bunda yang bijak dan adaptif dalam mendampingi anak tumbuh bersama teknologi.
Bunda, zaman sudah berubah. Anak-anak sekarang lahir di era digital, di mana informasi, hiburan, dan komunikasi semuanya hanya sejauh sentuhan layar.
Teknologi memang membawa banyak manfaat, tapi di sisi lain juga menantang peran kita sebagai orang tua.
Di sinilah parenting digital hadir—sebuah pendekatan pola asuh yang menyesuaikan diri dengan dunia modern tanpa kehilangan nilai-nilai penting dalam keluarga.
Yuk, pelajari bagaimana menjadi orang tua yang tetap hangat, bijak, dan relevan di tengah derasnya arus digital.
Apa Itu Parenting Digital?
Parenting digital adalah cara mendidik dan membimbing anak agar bisa menggunakan teknologi dengan sehat, aman, dan bertanggung jawab. Ini mencakup:
-
Mengatur screen time secara seimbang
-
Memilih konten digital yang sesuai usia
-
Mengajarkan etika dan keamanan digital
-
Tetap menjaga interaksi nyata dan emosional di luar dunia maya
Tantangan Orang Tua di Era Digital
1. Akses Informasi Tanpa Batas
Anak bisa mencari apa saja di internet, termasuk konten yang belum sesuai usianya.
2. Ketergantungan pada Gadget
Waktu layar yang berlebihan bisa mengganggu perkembangan sosial, emosional, dan fisik anak.
3. Ancaman Dunia Maya
Cyberbullying, konten kekerasan, hoaks, hingga predator online jadi risiko nyata jika anak tidak dibekali pengetahuan digital yang cukup.
Tips Menjadi Orang Tua Cerdas di Era Digital

1. Tetapkan Aturan Digital Sejak Dini
Buat kesepakatan bersama soal durasi screen time, jenis tontonan, serta kapan dan di mana anak boleh memakai gadget (misal: tidak saat makan atau menjelang tidur).
2. Dampingi dan Beri Penjelasan
Saat anak menonton video atau bermain game, dampingi dan ajak bicara tentang apa yang mereka lihat. Ini bisa jadi momen edukasi, bukan sekadar hiburan.
3. Bangun Komunikasi Terbuka
Jadilah tempat paling aman bagi anak untuk bertanya tentang apa pun yang mereka temui di internet. Hindari reaksi marah agar anak tetap mau terbuka.
4. Ajarkan Etika Digital
Tanamkan sopan santun, privasi, dan sikap hati-hati saat bersosial di dunia maya. Ajarkan bahwa jejak digital bisa berdampak panjang.
5. Jadilah Contoh yang Baik
Anak meniru. Kalau Bunda dan Ayah bijak menggunakan gadget—tidak bermain HP terus saat bersama keluarga—anak pun akan belajar melakukan hal yang sama.
6. Seimbangkan dengan Aktivitas Offline
Ajak anak tetap bermain di luar, membaca buku, berkreasi, dan ngobrol langsung agar keseimbangan digital dan dunia nyata tetap terjaga.
Apa Kata Ahli?
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia 2–5 tahun sebaiknya hanya mendapat screen time maksimal 1 jam per hari dengan konten berkualitas dan pendampingan orang tua.
Lebih dari itu, waktu layar harus seimbang dengan aktivitas fisik, tidur cukup, dan interaksi sosial.
Bunda, teknologi adalah bagian dari masa depan anak kita. Tapi bukan berarti kita harus membiarkan semuanya berjalan tanpa arah.
Dengan parenting digital, kita bisa hadir sebagai pendamping yang cerdas bukan hanya melindungi, tapi juga membimbing.
Karena yang anak butuhkan bukan sekadar akses ke dunia digital, tapi bimbingan dan kasih sayang nyata dari orang tuanya.