Interaksi Orang Tua dan Anak: Kunci Membantu Emosi Si Kecil Tumbuh Sehat

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
ibu dan anak melakukan kontak mata saat bermain bersama
ibu dan anak melakukan kontak mata saat bermain bersama

HALLOBUNDA.CO – Interaksi dengan anak sering terlihat sangat sederhana. Si Kecil menunjuk kucing di luar jendela, Bunda ikut melihat. Anak menangis karena baloknya roboh, Ayah mendekat dan berkata, “Kamu kecewa, ya?” Saat anak mengoceh, orang tua menjawab. Ketika ia bercerita, orang tua memberi waktu sampai ceritanya selesai.

Momen-momen kecil seperti itu bukan sekadar pengisi waktu. Hubungan yang responsif dan penuh perhatian membantu anak membangun dasar keterampilan sosial, bahasa, dan kesejahteraan emosional. Center on the Developing Child di Harvard menyebut pola komunikasi dua arah ini sebagai “serve and return”: anak memberi sinyal melalui suara, ekspresi, gerakan, atau kata-kata, lalu orang dewasa merespons secara sesuai.

Baca Juga  Gadis Belia Dipaksa Menikah dengan Pria 60 Tahun, Begini 4 Bahayanya Menikah Dini

Pesan tersebut sejalan dengan video Youtube Shorts Hallo Bunda artikel ini memperluas pesan tersebut bagaimana respons orang tua sehari-hari dapat membantu anak merasa didengar, mengenali perasaannya, dan perlahan belajar mengelola respons emosional.

Mengapa Interaksi Penting untuk Perkembangan Emosi Anak?

Anak tidak lahir dengan kemampuan lengkap untuk memahami apa yang sedang ia rasakan. Pada tahun-tahun awal, ia belajar melalui pengalaman berulang bersama orang dewasa yang merawatnya. Ketika anak takut lalu dipeluk, kesal lalu didengarkan, atau bersemangat lalu mendapat respons, ia menerima informasi bahwa sinyalnya bermakna dan ada orang dewasa yang dapat membantunya.

UNICEF menjelaskan bahwa responsive caregiving mencakup kemampuan caregiver untuk mengamati, memahami, dan merespons sinyal anak secara tepat. Pendekatan Care for Child Development yang dikembangkan UNICEF dan WHO menggunakan aktivitas bermain serta komunikasi untuk mendukung keterampilan motorik, kognitif-bahasa, dan sosial-emosional.

Baca Juga  Manfaat Pelukan untuk Tumbuh Kembang si Kecil yang Sering Diabaikan Orang Tua

Responsif bukan berarti semua keinginan anak harus dipenuhi. Orang tua tetap dapat mengatakan “tidak”, menjaga aturan, dan memberi batas. Perbedaannya terletak pada cara: perasaan anak dapat diterima meskipun perilakunya perlu dibatasi. Misalnya, “Kamu marah karena waktunya berhenti bermain. Marah boleh, tapi memukul tidak.”

Share this Article
Reading: Interaksi Orang Tua dan Anak: Kunci Membantu Emosi Si Kecil Tumbuh Sehat