Anak Mengerti Semua tapi Jarang Bicara? Begini Cara Memancing Bahasa Ekspresifnya

Syafaria Hadyandari
9 Min Read
Anak paham instruksi tapi belum bicara saat berinteraksi dengan bunda
Anak paham instruksi tapi belum bicara saat berinteraksi dengan bunda

HALLOBUNDA.CO – Bunda meminta, “Tolong ambil sepatu,” lalu si Kecil langsung mengambilnya. Ia tahu letak gelas, menunjuk gambar yang disebutkan, bahkan memahami rutinitas sehari-hari. Namun ketika ingin sesuatu, kata yang keluar masih sedikit. Situasi seperti ini sering membuat orang tua bingung: kalau anak sudah mengerti, mengapa ia belum banyak bicara?

Memahami bahasa dan menggunakan bahasa adalah kemampuan yang berbeda. Bahasa reseptif berkaitan dengan kemampuan memahami kata, kalimat, dan instruksi. Bahasa ekspresif berkaitan dengan kemampuan menyampaikan kebutuhan, ide, atau pengalaman melalui kata, gestur, dan kalimat. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menjelaskan bahwa anak dengan late language emergence dapat mengalami keterlambatan ekspresif saja atau kombinasi keterlambatan ekspresif dan reseptif.

Baca Juga  Bunda Wajib Tahu! Ini 7 Tips Menumbuhkan Jiwa Kompetitif pada si Kecil

Memahami Instruksi Adalah Modal, tetapi Bukan Satu-satunya Patokan

Kemampuan memahami ucapan merupakan fondasi penting. Pada usia 18 bulan, CDC mencantumkan mengikuti instruksi satu langkah tanpa gestur sebagai salah satu milestone bahasa dan komunikasi. Pada usia 2 tahun, milestone juga mencakup menunjuk benda di buku saat diminta, menunjuk setidaknya dua bagian tubuh, menggunakan lebih banyak gestur, dan mengatakan setidaknya dua kata bersama.

Artinya, perkembangan bahasa perlu dilihat sebagai satu paket. Anak mungkin tampak memahami banyak hal tetapi masih membutuhkan waktu atau dukungan untuk mengubah pemahaman menjadi ucapan spontan. Yang penting bukan memaksa anak “membuktikan” bahwa ia bisa bicara, melainkan menciptakan lebih banyak kesempatan agar ia punya alasan dan ruang untuk berkomunikasi.

Baca Juga  10 Aktivitas Motorik Halus yang Mendukung Kesiapan Menulis Anak

7 Jembatan dari Paham ke Bahasa Ekspresif

1. Ubah instruksi menjadi percakapan dua arah

Jika sebagian besar interaksi berbentuk perintah—“ambil”, “duduk”, “pakai”, “simpan”—anak memang mendapat banyak kesempatan untuk memahami bahasa, tetapi lebih sedikit kesempatan untuk memulai percakapan. Seimbangkan dengan komentar seperti, “Wah, mobil merahnya cepat,” lalu berhenti sejenak. Komentar memberi ruang kepada anak untuk merespons tanpa merasa sedang dites.

2. Beri pilihan yang benar-benar perlu dijawab

Alih-alih langsung memberikan camilan yang biasa dipilih anak, tawarkan dua pilihan: “Mau pisang atau roti?” Tunjukkan keduanya dan tunggu. Anak boleh memulai dengan menunjuk, bunyi, atau potongan kata. Bunda kemudian dapat memodelkan kata yang lengkap: “Pisang. Mau pisang, ya.” Tujuannya adalah menghubungkan maksud anak dengan bentuk bahasa yang bisa ia gunakan.

Baca Juga  Hati-Hati! Kurangnya Kasih Sayang Bisa Berisiko Sebabkan si Kecil Miliki Tubuh Pendek

3. Gunakan teknik tunggu 5–10 detik

Orang dewasa sering mengisi jeda terlalu cepat. Setelah bertanya atau memberi komentar, hitung perlahan dalam hati sebelum membantu. Jeda memberi anak waktu memproses ucapan, merencanakan respons, dan mencoba mengeluarkan kata. Bila belum ada respons, Bunda tetap bisa memberi model tanpa mengatakan, “Ayo, bilang dulu.”

4. Naikkan satu tingkat dari ucapan anak

Jika anak berkata “bola”, Bunda dapat merespons, “Bola jatuh.” Jika ia berkata “mau susu”, lanjutkan menjadi, “Mau susu dingin.” Strategi ini memberi contoh bahasa sedikit lebih panjang dari kemampuan anak saat ini tanpa menuntutnya mengulang. Anak mendengar bentuk baru dalam konteks yang langsung bermakna.

Share this Article
Reading: Anak Mengerti Semua tapi Jarang Bicara? Begini Cara Memancing Bahasa Ekspresifnya