Stimulasi Oromotor Anak di Rumah: 10 Aktivitas Ringan Tanpa Memaksa

Syafaria Hadyandari
13 Min Read
Stimulasi oromotor anak melalui aktivitas ringan di rumah
Stimulasi oromotor anak melalui aktivitas ringan di rumah

HALLOBUNDA.CO – Saat si Kecil menyeruput air, menggigit makanan lunak, menggerakkan bibir untuk tersenyum, meniru suara “mmm”, atau mencoba menyendok makanan sendiri, ada banyak gerakan kecil yang sedang ia koordinasikan. Bibir, lidah, rahang, pipi, napas, sensasi di dalam mulut, serta kemampuan memperhatikan semuanya bekerja bersama sesuai tuntutan aktivitas.

Istilah “oromotor” sering digunakan orang tua untuk menyebut keterampilan gerak di area mulut. Di media sosial, istilah ini kadang disandingkan dengan aktivitas meniup, menjulurkan lidah, menggerakkan bibir, atau latihan tertentu yang diklaim dapat membuat anak lebih cepat bicara. Di sinilah Bunda perlu membedakan dua hal: aktivitas ringan yang merupakan bagian alami dari bermain, makan, minum, dan berinteraksi; serta latihan klinis yang ditujukan untuk masalah tertentu dan seharusnya dipilih berdasarkan asesmen profesional.

Baca Juga  Anak Paham tapi Belum Banyak Bicara? Kenali Bahasa Reseptif dan Ekspresif

Untuk anak yang berkembang sesuai tahapnya, stimulasi oromotor ringan tidak perlu berbentuk “program latihan”. Rutinitas sehari-hari sudah menyediakan banyak kesempatan. Fokusnya adalah pengalaman yang fungsional, menyenangkan, sesuai usia, dan aman. Jika tujuan Bunda adalah membantu kemampuan bicara, aktivitas bicara dan komunikasi langsung tetap lebih relevan daripada sekadar menguatkan atau menggerakkan otot mulut tanpa produksi bicara.

Apa Itu Oromotor dan Mengapa Orang Tua Perlu Memahaminya?

Secara sederhana, keterampilan oromotor berkaitan dengan koordinasi struktur di area mulut untuk fungsi seperti makan, minum, menelan, ekspresi, dan produksi bicara. Kebutuhan gerak untuk setiap fungsi tidak selalu sama. Karena itu, kemampuan meniup kuat atau menjulurkan lidah jauh bukan ukuran langsung bahwa seorang anak akan lebih jelas mengucapkan bunyi tertentu.

Baca Juga  Si Kecil Suka Melempar Benda? Tenang Bunda, Begini Cara Bijak Menghadapinya

Tinjauan sistematis yang dipublikasikan di American Journal of Speech-Language Pathology menemukan bukti yang belum memadai untuk mendukung atau menolak penggunaan nonspeech oral motor exercises sebagai cara menghasilkan perubahan pada kemampuan bicara. ASHA juga menekankan bahwa klinisi perlu mempertimbangkan tujuan spesifik suatu aktivitas oral-motor dan apakah aktivitas tersebut benar-benar berkaitan dengan kesalahan bunyi bicara anak. Artinya, aktivitas nonbicara sebaiknya tidak dipromosikan sebagai jalan pintas untuk mengatasi speech delay atau artikulasi.

Di sisi lain, rutinitas makan dan minum memang melibatkan keterampilan oral yang fungsional. Misalnya, CDC mencantumkan makan menggunakan sendok sebagai salah satu milestone gerak/fisik yang umumnya tampak pada usia 2 tahun. Milestone bukan ujian yang harus dicapai tepat pada hari ulang tahun, tetapi dapat membantu orang tua mengamati perkembangan dan mendiskusikan kekhawatiran dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga  Tak Hanya Tantrum, si Kecil Bisa Alami Sensory Meltdown, Yuk Redakan dengan 4 Tips Ini!
Share this Article
Reading: Stimulasi Oromotor Anak di Rumah: 10 Aktivitas Ringan Tanpa Memaksa